Transfer Factor terutama digunakan untuk meningkatkan jumlah sel imun, meningkatkan fungsi sel imun dan meningkatkan kemampuan tubuh untuk melawan penyakit. Penggunaan faktor transfer dapat menyebabkan reaksi yang merugikan dan oleh karena itu tidak cocok untuk orang yang alergi terhadap obat atau bahan-bahannya. Selain itu, kelompok orang tertentu harus menggunakannya di bawah bimbingan dokter karena efek samping spesifiknya belum jelas. 1. Orang yang alergi: komponen utama faktor transfer termasuk peptida dan asam polinukleat, dll. Orang yang pernah alergi terhadap faktor transfer di masa lalu, serta mereka yang alergi terhadap protein, asam amino, asam nukleat, dan komponen lainnya, harus menghindari penggunaan faktor transfer untuk menghindari timbulnya reaksi alergi yang menyebabkan ruam kulit, mual, muntah, sakit kepala, dan bahkan anafilaksis. 2. Populasi khusus: Tidak dapat dipastikan apakah Transfer Factor akan memberikan efek buruk pada wanita hamil, wanita menyusui, anak-anak, orang lanjut usia, dan orang yang menggunakan obat lain, sehingga pasien tersebut harus berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat dan mengikuti saran medis. Pasien juga harus memeriksa tanggal pembuatan, umur simpan dan kemasan obat sebelum mengonsumsi transfer factor. Selain itu, jika Anda mengalami reaksi yang tidak diinginkan seperti demam, sesak dada, kulit gatal, atau mengantuk, Anda harus berhenti minum obat dan mencari bantuan medis.