Prostat adalah organ pria yang unik dan hanya pasien pria yang cenderung mengembangkan kanker prostat. Selain jenis kelamin, usia, ras dan riwayat keluarga adalah faktor risiko utama untuk kanker prostat.
Usia
Faktor risiko terbesar untuk kanker prostat adalah usia.
Pria di atas usia 50 tahun memiliki risiko terkena kanker prostat yang jauh lebih tinggi daripada pria di bawah usia 50 tahun. Di Amerika Serikat, sekitar 2/3 kanker prostat didiagnosis pada pria berusia di atas 65 tahun.
Selain itu, semakin tua usia pasien pada saat diagnosis, semakin tidak agresif kanker prostatnya biasanya.
Sejarah keluarga
Pria yang memiliki riwayat keluarga kanker prostat berisiko lebih tinggi terkena kanker prostat.
Menurut American Cancer Society, pria dengan ayah atau saudara laki-laki dengan kanker prostat memiliki risiko kanker prostat dua kali lipat, dan risikonya lebih tinggi untuk saudara laki-laki dengan kanker prostat daripada ayah dengan kanker prostat. Pria yang memiliki banyak anggota keluarga dengan penyakit ini berisiko lebih tinggi, dan pria-pria ini harus memulai skrining kanker prostat pada usia 40 tahun.
Penelitian telah mengidentifikasi beberapa gen yang dapat meningkatkan risiko kanker prostat, dan diperkirakan bahwa kanker prostat herediter hanya menyumbang 5-10% dari semua kasus kanker prostat.
Perlombaan
Pria kulit hitam di Amerika Serikat sekitar 60% lebih mungkin mengembangkan kanker prostat daripada pria kulit putih, dan kanker umumnya lebih agresif. Namun, pria Jepang dan Afrika asli memiliki insiden kanker prostat yang sangat rendah. Ketika mereka berimigrasi ke Amerika Serikat, insiden meningkat secara dramatis pada populasi ini.
Hal ini menunjukkan bahwa kanker tidak hanya terkait dengan ras, tetapi mungkin juga terkait dengan faktor lingkungan seperti diet tinggi lemak dan konsumsi daging merah yang berlebihan, meskipun mekanisme detailnya tidak diketahui.
Diet
Penelitian menunjukkan bahwa diet tinggi lemak mungkin merupakan faktor risiko untuk kanker prostat. Kanker prostat lebih sering terjadi di negara-negara di mana daging dan produk susu merupakan makanan andalan daripada di negara-negara di mana beras, produk kedelai dan sayuran merupakan makanan pokok.