Setelah usia paruh baya, tendon dan ligamen sendi lutut mulai mengalami perubahan degeneratif, sekresi cairan sinovial di rongga sendi menurun, permukaan tulang sendi bergesekan dalam waktu lama membentuk keausan tulang, dan jaringan di sekitar sendi rentan terhadap adhesi fibrosa karena peradangan dan alasan lain, sehingga lansia sering merasakan kekakuan pada sendi lutut. Aktivitas akan mengeluarkan bunyi “klik” atau bunyi gesekan, dalam keadaan dingin atau aktivitas yang berlebihan akan menimbulkan rasa sakit, bengkak, cairan rongga sendi, serius juga akan membuat kelainan bentuk sendi lansia, terbentuknya kecacatan. Secara khusus, penyebab nyeri lutut pada orang paruh baya dan lanjut usia adalah sebagai berikut: 1, sinovitis kronis yang dimanifestasikan sebagai nyeri kronis dan pembengkakan sendi lutut. Pemeriksaan dapat melihat cairan sinovial, hipertrofi membran sinovial. 2 . Deviasi patela Nyeri lutut dan kelemahan setelah aktivitas, lebih baik setelah istirahat, nyeri saat setengah jongkok. Kaki pasien lemah atau ada perasaan macet pada sendi, dan ada suara gesekan di bawah patela. 4 . Bursitis pra-patela Ada riwayat trauma, yang menyebabkan nyeri pra-patela, dan ada nyeri kompresi lokal pada pemeriksaan. 5 . Osteoartritis Nyeri sendi terlihat jelas saat bangun setelah duduk atau jongkok dalam waktu lama, naik turun tangga, dan hilang setelah beristirahat. 6 . Pseudogout Pasien pria, lebih disukai di sendi lutut. Pembengkakan dan nyeri, suhu kulit tinggi, keterbatasan fungsional selama serangan. film x-ray menunjukkan kalsifikasi meniskus dan permukaan tulang rawan artikular. 7 . Nekrosis kepala femoralis Lesi sendi panggul dengan gejala nyeri lutut. Bagaimana cara perawatan kesehatan sehari-hari untuk nyeri lutut? 1 . Jangan berjalan terlalu lama, dan segera beristirahat saat lutut terasa tidak nyaman. 2 . Jangan melakukan olahraga besar, seperti lari, lompat tinggi, lompat jauh. 3, hindari posisi setengah jongkok, jongkok penuh atau berlutut (seperti sikap kuda jongkok). 4, jangan melakukan gerakan memutar setengah fleksi sendi lutut untuk mencegah cedera setengah pelat. 5, pertahankan berat badan ideal untuk mengurangi beban pada lutut. 6, perhatikan kehangatan lutut, Anda bisa memakai celana panjang, bantalan lutut untuk melindungi lutut. 7, kurangi mengangkat beban berat, kurangi memakai sepatu hak tinggi. Hindari trauma dan tenaga kerja yang berlebihan. 9, pilih sepatu yang tepat, tidak hanya dapat berjalan dengan nyaman, tetapi juga dapat mengurangi benturan dan tekanan pada lutut saat berolahraga.