Tuberkulosis tulang adalah penyakit yang relatif serius yang merupakan penyakit destruktif yang disebabkan oleh invasi dan penghancuran struktur tulang atau sendi oleh basil tuberkulosis. Pada umumnya diasumsikan bahwa basil tuberkulosis cenderung ditemukan di jaringan paru-paru. Pada kenyataannya, basil tuberkulosis dapat ditemukan di sebagian besar organ tubuh manusia, dan tuberkulosis tulang merupakan bentuk tuberkulosis yang sangat serius selain tuberkulosis paru-paru. Tuberkulosis tulang berkembang sebagian besar pada persendian yang lebih banyak menahan beban, aktif dan rentan terhadap ketegangan, seperti pinggul, lutut dan tulang belakang. Biasanya pasien dengan TBC tulang akan memiliki manifestasi klinis yang berbeda, tergantung pada lokasi TBC. Sebagai contoh, TBC tulang belakang lumbal dapat menimbulkan abses berisi cairan, yang menimbulkan rasa sakit di daerah lumbal, keterbatasan gerakan, kompresi akar saraf, dan gejala seperti mati rasa dan kelemahan pada kedua tungkai bawah. Pasien dengan TBC tulang biasanya memiliki riwayat TBC, terutama TBC paru, atau riwayat terpapar TBC. Penyakit ini biasanya dimulai secara perlahan-lahan, dan mungkin terdapat rasa nyeri pada sendi yang terkena, nyeri tekan, nyeri pada perkusi, dan gejala toksisitas TBC, seperti demam ringan, berkeringat di malam hari, nafsu makan yang buruk, kekurusan, serta kelelahan dan kelemahan umum. Seiring dengan perkembangan kondisi TBC tulang, kelainan bentuk sendi juga dapat terjadi, dan jika TBC memecah dan membentuk saluran sinus kulit, kondisi ini biasanya berlangsung lama dan sulit untuk disembuhkan. Kesimpulannya, TBC tulang adalah jenis TBC yang serius dan rumit, yang tidak hanya membutuhkan perawatan bedah, tetapi juga sulit diobati, dan mudah meninggalkan kelainan bentuk dan disfungsi serta konsekuensi lainnya.