Beberapa orang yang tidak rabun jauh mungkin terkait dengan berbagai faktor, seperti cadangan visual, faktor genetik, penggunaan mata dan pengaruh lingkungan. Dalam kehidupan sehari-hari, pasien harus menjaga kebiasaan mata yang baik dan melakukan latihan di luar ruangan secara teratur untuk membantu mengurangi kemungkinan miopia.1. Cadangan visual: Jika seorang anak tidak rabun jauh, faktor cadangan visual perlu dipertimbangkan. Pada tahun-tahun awal, mata anak-anak berada dalam keadaan rabun dekat dan secara bertahap kembali normal seiring dengan bertambahnya usia mereka. Selama periode ini, bahkan jika anak mengalami miopi, ia hanya tampak memiliki “penglihatan normal” dibandingkan dengan teman sebayanya karena kedua matanya rabun dekat. Jika kedua orang tua memiliki miopi tinggi, kemungkinan memiliki anak dengan miopi tinggi sangat tinggi. Jika salah satu orang tua sangat rabun dan yang lainnya memiliki penglihatan normal, kemungkinan memiliki anak dengan miopi tinggi adalah sekitar 50%. Jika kedua orang tua tidak rabun dan memperhatikan kebiasaan mata mereka, kemungkinan miopia menurun, sehingga faktor genetik memiliki hubungan yang besar dengan terjadinya miopia; 3. Penggunaan mata: cukup mengontrol waktu yang dihabiskan untuk menonton video dan jarak dari layar, dan cobalah untuk memilih produk elektronik dengan layar yang lebih besar untuk menonton video. Anak-anak usia sekolah harus mengontrol waktu menonton video dalam waktu satu jam sehari untuk mengurangi kemungkinan miopia; 4. Kegiatan di luar ruangan: Jika pasien menghabiskan setidaknya dua jam sehari di luar ruangan di bawah sinar matahari, cahaya alami dapat mendorong pelepasan dopamin dari retina, yang dapat memperlambat perkembangan miopia. Oleh karena itu, dalam kehidupan sehari-hari, pasien disarankan untuk menulis dan membaca di lingkungan yang cukup terang, dan beristirahat di antaranya untuk melihat sejauh mungkin atau melakukan latihan mata, yang dapat mengendurkan otot siliaris dan mengurangi kelelahan visual. Penting juga untuk makan makanan yang seimbang, tanpa pilih-pilih atau pilih kasih, dan mengurangi konsumsi permen dan minuman manis untuk meningkatkan penglihatan yang sehat.