Pembedahan robotik tidak dilakukan oleh robot, tetapi oleh dokter bedah yang duduk di konsol, menempatkan jari-jarinya di ‘perangkap jari’ yang sesuai dan memanipulasi gerakan ujung lengan robotik ‘dari jarak jauh’ melalui gagang kontrol.
Gerakan tangan dokter bedah ‘disaring untuk jitter’ oleh sistem komputer yang menskalakannya ke dalam operasi yang lebih halus, yang, bersama dengan kamera definisi tinggi 3D yang diperbesar di bidang pandang, membebaskan tangan dan mata dokter bedah secara maksimal. Lengan robot juga mampu melakukan gerakan di luar batas fisiologis tangan manusia, seperti “gurita”, dan lebih fleksibel, sehingga ideal untuk manipulasi halus di ruang kecil panggul.
Sistem bedah robotik da Vinci telah diperkenalkan di banyak rumah sakit di Tiongkok dan sekarang digunakan secara luas untuk pengobatan kanker prostat radikal laparoskopi berbantuan robot.