TUJUAN: Untuk menyelidiki perawatan bedah atresia usus neonatal dan faktor-faktor yang mempengaruhi prognosis. METODE: Untuk merangkum data klinis dari 44 kasus kunci idiopatik ne~_JL Jll, 3 kasus atresia duodenum, 16 kasus atresia jejunal dan 25 kasus atresia ileum. Tipe patologis, tipe septum pada 5 kasus, tipe blind end pada 37 kasus dan tipe multi-segmental pada 2 kasus. Hasil: 38 kasus selamat, dengan tingkat kelangsungan hidup pasca-operasi 86,4%. Tindak lanjut pasca-operasi berkisar antara 1 hingga 10 tahun. Hasilnya memuaskan. Terdapat 3 kasus kematian pascaoperasi. Kesimpulan: Pembedahan adalah satu-satunya cara untuk mengobati penyakit ini, dan pendekatan pembedahan harus dipilih sesuai dengan lokasi dan jenis atresia. Hasil dari penyakit ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Ultrasonografi antenatal bermanfaat untuk prognosis.