Operasi laser untuk miopia dan cara kerjanya

  Miopia disebabkan oleh diameter anterior dan posterior mata yang terlalu panjang dan permukaan anterior kornea yang terlalu cembung sehingga cahaya eksternal tidak dapat menyatu secara akurat pada fundus mata. Koreksi laser excimer (LASIK/PRK) menggunakan laser excimer yang dikontrol oleh komputer untuk mengukir stroma kornea di area pupil untuk sedikit meratakan permukaan anterior kornea, tergantung pada derajat miopia dan ada tidaknya astigmatisme. Hal ini memungkinkan cahaya eksternal menyatu dan mencitrakan secara akurat pada retina di dasar mata untuk mengoreksi miopi.  Karena kunci dari operasi miopia adalah pembuatan flap kornea, maka tidak disarankan bagi pasien yang memiliki rabun jauh atau pasien dengan kornea tipis untuk menjalani operasi miopia. Namun, setelah penelitian selama bertahun-tahun, operasi LASEK dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan koreksi kelainan refraksi pada beberapa pasien rabun jauh dan rabun dekat dengan kornea yang tipis melalui pembuatan flap kornea khusus.  Perawatan untuk miopia: Teknologi laser PRK memerlukan pengangkatan epitel kornea sebelum perawatan, kemudian pemotongan laser pada kornea. Metode ini menyebabkan rasa sakit yang signifikan, rentan terhadap pengaburan kornea, membutuhkan waktu yang lama untuk dilakukan, pemulihan yang lambat, dan mengobati miopia tingkat rendah. Sekarang ini sudah jarang digunakan dan cenderung dihapuskan.  Teknologi LASIK (Lysaght) mengobati miopia dengan terlebih dahulu membuat kornea 130-160um dengan pisau laminasi mikro, mengangkat flap, dan kemudian melakukan pemotongan laser pada lapisan stroma kornea. Metode ini mempertahankan epitel kornea dan lapisan elastis anterior, sehingga sesuai dengan anatomi dan fisiologi kornea. Secara teoritis, semua derajat miopia dapat diobati selama ketebalan kornea cukup memadai. Saat ini, metode ini merupakan metode utama untuk mengobati miopia. Karena ketebalan flap yang diiris, maka diperlukan tingkat ketebalan kornea yang tinggi dan jumlah dioptri yang harus dikoreksi dibatasi oleh ketebalan kornea, sehingga tidak cocok untuk pasien dengan jumlah yang tinggi dan kornea yang relatif tipis.  Teknik LASEK (Lysaght) ditujukan bagi pasien rabun jauh dengan kondisi khusus yang tidak cocok untuk perawatan LASIK (misalnya kornea tipis, rabun jauh, kelengkungan yang besar, celah mata dan kelopak mata yang kecil, dan lain-lain). Alasannya adalah karena ketebalan kornea yang aman harus dipertahankan setelah miopia diobati dengan laser.  Perawatan LASIK untuk miopia dimulai dengan pembuatan flap kornea 130-160um, sedangkan LASEK hanya membutuhkan pembuatan flap epitel kornea 50-70um. Ketebalan kornea 90um lebih banyak disediakan untuk LASEK dibandingkan LASIK, yang meningkatkan keamanan perawatan.