Secara umum, ada dua puncak pergerakan janin dalam sehari, satu dari jam 7 pagi sampai jam 9 pagi dan satu dari jam 11 malam sampai jam 1 pagi keesokan harinya, dua periode ini adalah waktu yang lebih tenang dalam sehari ketika aktivitas janin lebih sering terjadi, tetapi karena perbedaan individu janin, beberapa janin dapat bergerak lebih sering pada situasi berikut: 1, setelah makan: karena kadar gula darah dalam tubuh ibu hamil meningkat setelah mengkonsumsi makanan, dan janin juga dapat menerima nutrisi. Janin dapat bergerak lebih sering karena kadar gula darah dalam tubuh ibu hamil meningkat setelah mengonsumsi makanan, dan janin juga dapat menerima nutrisi; 2. Janin berusia 4-5 bulan. Janin pada usia 4-5 bulan secara bertahap dapat membentuk pendengaran, sehingga rangsangan musik eksternal juga dapat meningkatkan aktivitas janin, yang akan menyebabkan janin sering bergerak; 5, saat berinteraksi dengan janin: ketika orang tua berbicara dengan janin, menyentuh dan komunikasi interaktif lainnya, janin dapat merasakan rangsangan eksternal yang menyebabkan gerakan janin. Orang tua dapat melakukan interaksi yang tepat dengan janin pada saat janin melakukan aktivitas, yang akan membantu perkembangan otak, sistem saraf dan berbagai fungsi organ janin. Jika gerakan janin terlalu sering dan memiliki ritme yang tidak normal, hal ini dapat mengindikasikan hipoksia atau kontraksi intrauterin, dan Anda harus mencari pertolongan medis sesegera mungkin.