Kesulitan bernapas saat marah dan kesemutan pada tangan dan kaki dianggap sebagai tanda pernapasan dan detak jantung yang cepat ketika seseorang lebih emosional dalam kemarahan. Ketika bernapas terlalu cepat, bisa terjadi penurunan kadar karbon dioksida dan pasien akan mengalami alkalosis pernapasan. Alkalosis pernapasan kemudian menstimulasi saraf perifer dalam tubuh, mengakibatkan kesemutan dan menggigil. Akibat alkalosis pernapasan, ada juga kesulitan refleksif dalam bernapas dan hiperventilasi. Untuk terjadinya fenomena ini, pasien disarankan untuk bernapas perlahan dan dalam, dan jika perlu, bernapas melalui masker. Ketika emosi sudah tenang dan tingkat karbondioksida dalam tubuh melambat, maka dyspnoea dan mati rasa pada tangan dan kaki pasien dapat diredakan setelah memperbaiki alkalosis pernapasan.