Cedera saraf optik dibagi menjadi cedera langsung dan tidak langsung. Mekanisme cedera saraf optik langsung adalah fraktur kanal saraf optik yang mengakibatkan trauma langsung atau pecahnya saraf optik, yang bermanifestasi sebagai kehilangan penglihatan pada saat trauma atau dalam waktu singkat. Kerusakan tidak langsung pada saraf optik dapat disebabkan oleh oedema saraf intra-optik, hematoma, kerusakan mikrovaskulatur di dalam selubung saraf optik, sirkulasi cairan serebrospinal yang berubah, gangguan transpor aksoplasma langsung, dan pengurangan jumlah akson dalam saraf. Cedera tidak langsung dicirikan oleh berbagai tingkat perubahan visual, termasuk berkurangnya ketajaman visual, hilangnya sebagian lapang pandang, dan perubahan potensi visual yang ditimbulkan. Karena mekanisme cedera dan perbaikan saraf optik masih belum jelas, pengobatan untuk cedera saraf optik terutama bersifat hormonal dan neurotropik. Kemanjuran pembedahan dekompresi kanal optik belum sepenuhnya ditetapkan.