Sebuah penelitian besar yang melibatkan jutaan anak perempuan Denmark dan Swedia telah menunjukkan bahwa vaksin human papillomavirus (HPV) tidak memiliki efek kesehatan jangka pendek atau jangka panjang. Vaksin HPV digunakan pada anak laki-laki dan perempuan sekitar usia 12 tahun dan diberikan tiga kali selama enam bulan untuk melindungi terhadap infeksi HPV, yang dapat menyebabkan kanker serviks. Studi baru ini menggunakan data nasional dari Denmark dan Swedia untuk menyelidiki jumlah anak perempuan berusia 10 tahun yang didiagnosis dengan salah satu dari 53 penyakit autoimun atau gangguan neurologis, termasuk penyakit celiac, pankreatitis, artritis reumatoid, psoriasis dan penyakit tidur episodik. Gadis-gadis itu juga diselidiki untuk melihat apakah vaksinasi HPV menyebabkan pembekuan darah. Hasilnya, antara tahun 2006 dan 2010, lebih dari 997.000 anak perempuan didiagnosis menderita salah satu penyakit ini dan lebih dari 296.000 telah menerima setidaknya satu kali vaksinasi HPV. Sekitar 160.000 anak perempuan menyelesaikan ketiga imunisasi tersebut. Hasil penelitian ini diterbitkan dalam British Medical Journal (BMJ) pada bulan Oktober 2013. Studi ini tidak menemukan korelasi antara jenis atau waktu penyakit dan vaksinasi HPV dalam 6 bulan sebelumnya, atau dengan tidak pernah menerima vaksin.