Makula adalah bagian penting dari mata yang kita semua miliki, dan kemampuan kita untuk melihat dunia yang indah sebagian besar bergantung pada fungsi makula. Ketika makula mengalami gangguan, penglihatan kita akan menurun dengan cepat dan kita mungkin mengalami ketidaknyamanan seperti distorsi, distorsi, kelengkungan garis lurus, dan penyumbatan bayangan hitam yang tetap di depan mata. Penyakit makula meliputi kutil vitreus makula, neovaskularisasi (degenerasi makula), edema makula, iskemia makula, lesi proliferasi pada makula, fisura makula, adventitia makula, lesi penuaan pada makula (jaringan parut, atrofi, pigmentasi), kelainan pigmen pada makula, ablasio epitel pigmen, dan ablasio neuroepitel. Selain pemeriksaan mata rutin, pemeriksaan angiografi fluoresensi (FFA), korioretinografi (ICG), dan OCT (optical coherence tomography) memberikan informasi yang akurat untuk karakterisasi dan lokalisasi penyakit, serta menjadi dasar dalam menentukan pengobatan. Di rumah, kita dapat menggunakan bagan Amsler, atau kertas persegi atau buku lapangan untuk melakukan pemeriksaan sendiri dan mendeteksi gejala secara dini untuk konsultasi tepat waktu. Penanganan penyakit makula bervariasi, tergantung pada jenis dan penyebab penyakit makula. Dahulu, kami hanya dapat memberikan pengobatan oral dengan obat-obatan dari Cina dan Barat untuk melancarkan peredaran darah dan mengatasi stasis darah. Dengan kemajuan teknologi medis, seperti perawatan laser fundus, bedah vitreus dan injeksi rongga vitreus intraokular, kami tidak lagi tak berdaya untuk mengobati penyakit makula, dan menggunakan metode yang berbeda atau kombinasi metode sesuai dengan lesi pada pasien untuk mengendalikan penyakit dan menyelamatkan penglihatan. Sebagai contoh, degenerasi makula masih belum dapat disembuhkan dan memerlukan perawatan lanjutan jangka panjang untuk mengontrol perkembangan penyakit. Di masa depan, dengan perkembangan terapi gen, kita mungkin dapat menemukan solusi untuk akar masalahnya.