Sindrom Mobius (juga dikenal sebagai kelumpuhan okulofasial bawaan) adalah bentuk umum kelumpuhan wajah bawaan yang menyebabkan penderitaan yang tak terkira bagi anak dan seluruh keluarga. Manifestasi klinis: Sindrom Mobius ditandai dengan disfungsi saraf wajah dan gerakan mata. Kelumpuhan wajah ditandai dengan kelumpuhan wajah bilateral, lipatan nasolabial yang mendangkal, ketidakmampuan mengangkat dahi, alis, dan pipi, serta penampilan topeng palsu. Gangguan pada mata: mata dalam posisi ke dalam, gerakan vertikal kedua mata normal, dan jari-jari mata normal. Sindrom Mobius sering dikaitkan dengan anomali kongenital lainnya. Ini termasuk disfungsi saraf kranial (saraf okulomotor, trigeminal, glosofaring, vagal, parakranial, dan hipoglosus); kelainan bentuk pada panca indera; kelainan bentuk rangka dan otot anggota tubuh; dan gangguan kognitif. Etiologi: Penyebab penyakit ini tidak diketahui dan diduga terkait dengan genetika, infeksi intrauterin, radiasi, dan keracunan. Pengobatan: Pembedahan adalah satu-satunya pengobatan. Tujuan pembedahan: Untuk memulihkan fungsi motorik wajah dan merekonstruksi ekspresi melalui transplantasi neuromuskuler (cangkok otot femoralis tipis bervaskularisasi).