Efek dari pertengkaran kehamilan pada janin

Wanita hamil mengalami berbagai ketidaknyamanan fisik akibat perubahan kadar hormon dan perubahan sistem organ tubuh, dan juga rentan terhadap perubahan suasana hati, lekas marah, agresif, menangis, konflik dengan anggota keluarga, dan bahkan pertengkaran. Perubahan emosional ibu hamil dapat menghasilkan berbagai faktor hormonal dan biokimia yang tidak diinginkan, beberapa di antaranya dapat disalurkan ke janin melalui plasenta dan memengaruhi perkembangan janin. Efek pertengkaran selama kehamilan terutama dimanifestasikan dengan cara-cara berikut: Selama kehamilan, terutama pada trimester pertama, seorang wanita hamil yang selalu stres dan mengalami banyak perubahan emosi dapat mempengaruhi perkembangan bayinya. Penelitian telah menemukan bahwa IQ dan berat badan anak yang lahir dari wanita dengan suasana hati yang buruk berbeda dengan anak yang lahir dari wanita dengan suasana hati yang bahagia; Selain itu, tingkat kortisol dalam tubuh wanita hamil meningkat secara signifikan saat ia mengalami depresi, dan hormon ini menghambat sekresi progesteron. Progesteron dikenal sebagai hormon yang penting untuk kelanjutan kehamilan dan dapat mencegah aborsi spontan, yaitu keguguran yang disebabkan oleh rendahnya kadar progesteron pada wanita hamil. Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa suasana hati ibu hamil juga dapat memengaruhi perkembangan sistem saraf janin, yang juga dapat menyebabkan tumbuh kembang janin yang tidak normal. Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil untuk menjaga emosi, menghindari pertengkaran dan kemarahan, serta selalu menjaga kondisi mental yang sehat dan bahagia agar dapat menciptakan lingkungan dalam kandungan yang baik bagi janin dan pada akhirnya melahirkan bayi yang sehat!