Ada beberapa alasan mengapa orang merasa terengah-engah ketika mereka tidur: pertama, penyakit paru-paru kronis, biasanya bronkitis kronis, bronkiektasis kronis, penyakit jantung paru kronis atau hipertensi pulmonal yang menyebabkan insufisiensi paru, yang dapat menyebabkan dyspnoea, terutama selama tidur. Kedua, gagal jantung, terutama gagal jantung kiri, merupakan gejala klinis yang menonjol. Pada gagal jantung kiri, terdapat gejala klinis seperti apnoea dan dyspnoea saat tidur, ketidakmampuan bernapas dalam posisi datar, atau duduk untuk bernapas. Ketika tekanan parsial oksigen dalam arteri tidak mencukupi, tekanan parsial karbondioksida terlalu tinggi, dan saturasi oksigen berkurang, maka akan terjadi kelainan dalam rasio ventilasi terhadap aliran darah, sehingga mengakibatkan pusing dan kesulitan bernapas selama tidur. Keempat, iskemia miokard yang disebabkan oleh penyakit jantung aterosklerotik, angina tidak stabil dan arteri koroner yang tersumbat, juga dapat menyebabkan kesulitan bernapas setelah tidur.