Apakah Anda mengetahui sesuatu tentang glomerulonefritis akut?

  Glomerulonefritis akut, yang sebagian besar disebabkan oleh infeksi streptokokus, adalah kondisi umum pada pediatri. Menurut statistik, glomerulonefritis akut menyumbang 53,7% dari gangguan urologi pediatrik pada periode yang sama dan lebih sering terjadi pada usia 5 dan 14 tahun. Secara sederhana, glomerulonefritis akut lebih sering terjadi pada anak-anak dan remaja, tetapi juga kadang-kadang pada orang paruh baya dan lanjut usia, dan insidennya lebih tinggi pada pria daripada wanita, dengan rasio sekitar 2:1. Glomerulonefritis akut sangat penting pada tahap awal timbulnya, saat pola makan terkontrol!  1. Diet rendah protein Jumlah asupan protein harus ditentukan sesuai dengan kondisi: untuk pasien dengan gejala ringan, asupan protein harian harus dikontrol pada 0,2 hingga 0,5 g/kg untuk mengurangi beban ginjal. Namun, diet rendah protein harus disertai dengan protein berkualitas tinggi untuk mencegah anemia. Ketika nitrogen urea darah dan pembersihan kreatinin mendekati normal, suplai protein harus ditingkatkan secara bertahap menjadi 0,6 hingga 0,8 g/kg per hari untuk memfasilitasi perbaikan fungsi ginjal. Saat memilih makanan, makanan dengan protein berkualitas tinggi yang mengandung lebih banyak asam amino esensial harus digunakan terlebih dahulu. Contohnya termasuk ikan, unggas, daging tanpa lemak, telur, dan susu. Makanan dengan kandungan protein rendah dan kalori tinggi seperti pati, ubi jalar, kentang, dan bihun juga dapat digunakan untuk menggantikan nasi dan mie untuk memastikan energi yang cukup. Pasien perlu menentukan jumlah asupan protein sesuai dengan tingkat gangguan ginjal. Jika penyakitnya sudah lama dan gangguan ginjalnya tidak serius, protein dalam makanan tidak perlu dibatasi secara ketat, tidak lebih dari 1 g/kg per hari sudah cukup, dimana protein berkualitas tinggi menyumbang lebih dari 50%.  2, vitamin yang cukup Kelompok glomerulonefritis akut sebagian besar masih muda, namun, masalah umum pada anak-anak adalah mereka tidak mau makan buah dan sayuran. Namun, sebagai pasien dengan glomerulonefritis akut, penting untuk mengonsumsi lebih banyak sayuran dan buah-buahan berdaun hijau segar (Catatan: Sayuran dan buah-buahan perlu dibatasi selama fase oligurik ketika kalium dibatasi).  Buah dan sayuran tidak hanya meningkatkan nafsu makan, tetapi juga kaya akan banyak vitamin. Konsumsi vitamin A, vitamin C, asam folat, vitamin B dan zat besi, semuanya bermanfaat untuk pemulihan fungsi ginjal dan pencegahan anemia serta fungsi-fungsi lainnya.  Selama periode oliguria atau anuria, suplai kalium harus dikontrol dengan ketat dan makanan dengan kandungan kalium tinggi, seperti jamur segar, jamur, kurma merah, kerang, kacang-kacangan, sayuran, dan buah-buahan, harus dihindari. Namun, kita pasti perlu makan makanan dengan kandungan kalium yang tinggi seperti buah-buahan dan sayuran, jadi kita perlu mengurangi kandungan kalium dari makanan yang kita makan secara efektif.  4. Batasi natrium dan air Pada tahap awal penyakit ini, ginjal tidak dapat mengeluarkan air secara tepat waktu, sehingga menyebabkan retensi air dan natrium, dan sebagian besar pasien akan mengalami edema. Oleh karena itu, membatasi asupan air dan menghindari garam adalah cara yang baik untuk menghilangkan edema. Pasien harus diberikan diet rendah garam, sedikit garam atau tanpa garam sesuai dengan kondisi, keluaran urin dan oedema mereka, dan juga memeriksakan kadar kalium dan natrium dalam darah secara teratur. Diet rendah natrium: Selain tidak menambahkan garam atau kecap, hindari makanan dengan kandungan natrium yang tinggi.  Pasien dengan glomerulonefritis akut harus mempertahankan sikap positif dan menjaga istirahat (istirahat di tempat tidur dalam waktu 2 minggu sejak timbulnya penyakit). Hindari aktivitas berat (olahraga yang sesuai seperti aktivitas di dalam ruangan atau berjalan-jalan di luar ruangan hanya boleh dilakukan setelah oedema mereda, produksi urin meningkat, hematuria yang terlihat telah hilang, dan tekanan darah turun ke normal). Makanlah makanan yang seimbang tanpa makanan pedas, merangsang, dibakar, atau berminyak.