Apa saja rute penyebaran tumor?

Penyebaran adalah salah satu karakteristik tumor ganas. Cara-cara penyebarannya adalah: 1. Penyebaran langsung: sementara tumor secara bertahap bertambah besar, sel-sel tumor dapat meluas secara langsung di sepanjang kelemahan jaringan normal di sekitarnya (secara medis dikenal sebagai celah jaringan), menyerang dan menghancurkan jaringan atau organ yang berdekatan, suatu proses yang oleh para dokter disebut sebagai penyebaran langsung. Sebagai contoh, kanker dubur dapat menyebar ke prostat, kandung kemih (pria), rahim dan dinding vagina (wanita), dll. 2 . Penyebaran implantasi: Ketika tumor yang terletak di organ dalam rongga tubuh (misalnya kanker paru-paru, kanker perut, kanker ovarium, dll.) menyusup ke permukaan luar organ (secara medis dikenal sebagai permukaan membran plasma), dengan gesekan yang sesuai seperti bernapas atau gerakan peristaltik usus, beberapa sel tumor yang luruh dapat tumbuh dan berkembang biak di bagian lain rongga tubuh untuk membentuk lesi baru. Jenis penyebaran ini disebut penyebaran implantasi. Liu Xijun, Departemen Radioterapi, Institut Pengendalian dan Pencegahan Kanker Shandong 3. Metastasis: Metastasis mengacu pada proses sel tumor yang berjalan dari tempat utama ke tempat lain untuk tumbuh dan berkembang biak, dan tumor yang dihasilkan disebut metastasis. Metastasis terjadi melalui dua jalur: saluran limfatik dan saluran darah. Ketika sel tumor menyerang saluran limfatik, mereka dapat bermetastasis ke kelenjar getah bening, dan ketika mereka menyerang pembuluh darah, metastasis saluran darah terjadi. Setelah sel kanker menginvasi pembuluh limfatik, sel kanker dapat luruh dan membentuk emboli atau berkembang biak dan membentuk massa yang terus menerus di dalam pembuluh, tetapi sebagian besar masuk ke dalam kelenjar getah bening regional melalui pembuluh limfatik dan membentuk metastasis kelenjar getah bening. Umumnya, semakin dini metastasis kelenjar getah bening muncul, semakin luas kemungkinannya. Metastasis aliran darah dapat terjadi ketika cairan getah bening yang mengandung sel kanker memasuki aliran darah (di sepanjang saluran toraks) atau ketika sel kanker menyerang pembuluh darah kecil secara langsung. Sel-sel kanker yang memasuki aliran darah bergerak melalui aliran darah sebagai sel individual atau dalam gumpalan yang dihubungkan oleh fibrin. Sel kanker yang biasanya memasuki aliran darah tidak dapat bertahan hidup, tetapi ketika diberi kesempatan untuk tetap beroperasi, mereka menyerang dinding saluran dan masuk ke dalam interstisium yang mengelilingi pembuluh darah, dan tumbuh menjadi metastasis. Antikoagulan dan kemoterapi memiliki potensi untuk mengurangi metastasis, sementara kompresi dan manipulasi lokal dapat meningkatkan kemungkinan metastasis. Jaringan tubuh yang berbeda memiliki kecenderungan yang berbeda untuk metastasis. Hati, paru-paru, sumsum tulang, otak dan kelenjar adrenal adalah tempat yang umum terjadi metastasis, sedangkan limpa dan otot jarang mengalami metastasis. Metastasis darah biasanya terjadi pada tahap akhir penyakit, tetapi metastasis dini dapat terjadi pada kanker paru, payudara, ginjal, prostat, dan tiroid.