5 tips untuk membantu pasien mengatasi rasa takut akan kambuhnya kanker

Sunny Fox adalah seorang dokter naturopati di Portland, Oregon, Amerika Serikat, yang membantu para penyintas kanker untuk membangun kembali kesehatan fisik dan mental mereka serta mengambil langkah-langkah untuk mencegah kambuhnya kanker. Sebuah artikel tentang mengatasi rasa takut akan kambuhnya kanker diterbitkan dalam Natural Medicine Journal. Bagi para penyintas kanker, wajar jika mereka merasa khawatir akan kembalinya kanker. Menurut survei tahun 2013 yang dipublikasikan di Psycho Oncology, sekitar 33% – 96% penyintas kanker menderita ketakutan yang terus-menerus akan kambuhnya kanker, yang merupakan obsesi paling umum di antara para penyintas. Hanya dengan mengetahui seberapa umum kekhawatiran ini tidak akan bermanfaat. Pasien-pasien Dr Fox menggambarkan rasa takut ini sebagai sesuatu yang menyiksa atau tidak berdaya, disertai dengan gejala fisik seperti mual dan insomnia; dan tanda-tanda psikologis atau emosional seperti mudah tersinggung dan terganggu. Selain mengganggu, rasa takut kambuh dapat mengikis kepercayaan diri dalam membangun kembali masa depan yang bahagia dan sehat. Ketika mengalami ketakutan ini, praktisi dapat menyarankan pasien untuk melakukan 5 hal berikut ini: 1. Ambil napas dalam-dalam secara perlahan dengan konsentrasi penuh. Konsentrasi dan pernapasan yang lambat dan dalam dapat menenangkan sistem saraf, membalikkan pelepasan hormon stres yang merusak sel dan menghentikan pikiran takut yang menyertainya. Dalam jeda sementara yang diciptakan oleh pernapasan yang lambat dan dalam, seseorang dapat memilih untuk memfokuskan pikirannya pada suatu tempat tertentu daripada membiarkan rasa takut tumbuh ke segala arah. 2. Latihan untuk kembali ke momen saat ini. Berlatihlah untuk membawa perhatian Anda kembali ke sini dan saat ini. Cara yang sederhana dan efektif untuk melakukan hal ini adalah dengan berfokus pada masukan informasi dari semua indera: apa yang sedang dilihat, didengar, disentuh, dicium, dan dicicipi pada saat ini. Mekanisme kerja latihan ini adalah orang tidak dapat fokus pada masa sekarang dan masa depan secara bersamaan. Pada saat merasa takut, berbagai skenario tentang apa yang mungkin terjadi di masa depan memenuhi pikiran. Sebaliknya, indera seseorang sibuk dengan detail saat ini. Dengan berkonsentrasi pada saat ini, pada apa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, rasa takut secara alami akan keluar dari fokus. 3. Kembangkan latihan bersyukur secara teratur. Perhatikan bahwa hari ini, saat ini, semuanya berjalan dengan baik dan bersyukurlah untuk hal ini. Rasa syukur memiliki kekuatan untuk menggantikan rasa takut karena tidak ada cara untuk merasakan rasa syukur dan rasa takut pada saat yang bersamaan – hanya bisa salah satu saja. Rasa syukur dan rasa takut menciptakan dua kondisi fisiologis yang berlawanan: rasa takut menghasilkan hormon tegang, sementara rasa syukur menarik kembali produksi hormon tegang, dan rasa syukur dikaitkan dengan produksi hormon perasaan senang, seperti oksitosin. Berbekal kemampuan untuk menghasilkan rasa syukur setiap saat, seseorang memiliki alat yang ampuh untuk menghilangkan rasa takut dan mengubah diri sendiri. Namun, meskipun kebanyakan orang dapat merasakan rasa syukur ketika mereka aman, jauh lebih sulit untuk merasakan rasa syukur ketika ada rasa takut. Mengembangkan latihan bersyukur setiap hari, seperti menuliskan lima hal yang Anda syukuri setiap hari sebelum tidur, akan membuat Anda lebih mudah untuk merasa bersyukur saat momok kekambuhan kanker membayangi. 4. Terapkan praktik kesehatan yang bersifat preventif. Orang tidak sepenuhnya tak berdaya dalam hal mencegah kekambuhan kanker. Ada banyak hal yang dapat membantu para penyintas membangun tubuh yang lebih kuat untuk melawan kanker: minum cukup air murni, memilih makanan bergizi, mengembangkan kebiasaan olahraga yang baik, dan masih banyak lagi. Setiap tindakan ini akan menghasilkan kekuatan yang lebih besar dan kebugaran yang lebih baik, serta pernyataan diam-diam bahwa “Saya mencintai hidup saya dan saya berusaha menjalaninya dengan baik dan sehat. Dengan keyakinan seperti itu, rasa takut akan menyusut karena kurangnya perhatian. 5. Ingat: Hari ini adalah hari esok yang Anda takuti kemarin. Hari ini tidak terlalu menakutkan, bukan? Banyak hal yang kita khawatirkan tidak pernah terjadi. Mengapa tidak menghabiskan energi Anda untuk memikirkan hal-hal baik yang akan terjadi esok hari.