Apakah pasien kanker prostat memerlukan pengujian genetik?

Pengujian genetik diperlukan untuk beberapa kanker prostat ‘refraktori’ tingkat lanjut.

Mari kita mulai dengan memahami gen dan pengujian genetik.

Gen

Segmen fungsional dari molekul DNA, merupakan unit dasar informasi genetik dan merupakan penentu paling mendasar dari semua spesies hidup.

Dalam arti luas, gen menentukan kehidupan, penuaan, penyakit dan kematian. Kesehatan, tinggi badan, berat badan, warna kulit, penampilan, kepribadian, dan umur panjang, semuanya terkait erat dengan gen.

Pengujian genetik

Pendeteksian DNA melalui darah, cairan tubuh dan jaringan seluler merupakan alat penting yang saat ini digunakan dalam pengobatan penyakit, terutama tumor.

Saat ini terdapat lebih dari tiga puluh jenis tumor yang dapat dideteksi dengan pengujian genetik, yang umum adalah kanker paru-paru, kanker perut, leukemia limfositik, kanker payudara, kanker dubur, dll., dan untuk sistem saluran kemih, kanker kandung kemih, kanker ginjal, kanker prostat, dll.

Karena penelitian tumor telah memasuki tingkat genetik-molekuler, semakin banyak jalur pensinyalan sel tumor yang telah ditemukan. Sejumlah besar penelitian klinis telah menunjukkan bahwa status ekspresi gen spesifik dalam jalur tersebut terkait erat dengan kemanjuran obat yang ditargetkan dan kemoterapi.

Oleh karena itu, pengujian klinis status ekspresi gen spesifik tumor ini berpotensi untuk secara akurat memilih obat terapeutik yang masuk akal dan efektif untuk pasien, sehingga meningkatkan efisiensi pengobatan dan mengurangi efek samping toksik obat.

Penggunaan pengujian genetik pada kanker prostat

Pada kanker prostat, ekspresi gen tertentu terkait erat dengan resistensi androgen, pilihan dan waktu obat kemoterapi dan pemilihan obat anti-androgen baru, dan banyak rumah sakit telah melakukan penelitian ini.

Misalnya, pasien dengan mutasi BRCA1/2 mungkin efektif dengan olaparib; pasien dengan kanker prostat resisten desmoplastik metastatik (CRPC) dengan ketidakstabilan mikrosatelit tinggi (MSI-H) atau perbaikan ketidakcocokan yang rusak (dMMR) dapat diobati dengan pembrolizumab; dan deteksi AR-V7 dapat memprediksi resistensi terhadap abiraterone/enzalutamide pada pasien kanker prostat.

Oleh karena itu, pengujian genetik dapat menjadi panduan penting untuk pengobatan kanker prostat, terutama pada beberapa kanker prostat “refraktori” lanjut.