Sering buang air kecil yang mendesak dan tidak tuntas umumnya dikaitkan dengan prostatitis, hiperplasia prostat jinak, dan uretritis, dan dapat terjadi pada orang dari segala usia. Mayoritas pria muda yang mengalami buang air kecil yang sering, mendesak dan tidak tuntas disebabkan oleh prostatitis. Sebagian besar dapat diatasi dengan memperbaiki gaya hidup, seperti minum banyak air, mengurangi duduk dan lebih banyak berolahraga, atau dengan menggunakan antibiotik dengan obat pembersih dan diuretik untuk meredakan gejala. Untuk pria yang lebih tua, buang air kecil yang tidak tuntas disertai dengan kesulitan buang air kecil dan peningkatan nokturia sering kali disebabkan oleh pembesaran prostat dan dapat diperbaiki dengan mengonsumsi obat oral seperti alfa-blocker, yang dapat mengendurkan otot polos dan mengurangi iritasi kandung kemih. Bagi wanita, sering buang air kecil yang mendesak dan tidak tuntas sebagian besar disebabkan oleh infeksi saluran kemih, sering kali disertai dengan sensasi terbakar, yang dapat disertai dengan demam berat, dan dianjurkan untuk memberikan pengobatan antibiotik dan melakukan pemeriksaan urin rutin dan kultur urin secara tepat waktu untuk mendapatkan pengobatan gejala yang efektif. Minum banyak air dan membilas uretra untuk mengurangi iritasi juga sangat dianjurkan. Singkatnya, sering buang air kecil yang mendesak dan tidak tuntas adalah gejala umum dari saluran kemih. Tergantung pada karakteristik setiap kelompok usia dan jenis kelamin, pemeriksaan medis tepat waktu diperlukan untuk mengidentifikasi penyebabnya, melakukan pengobatan yang efektif, dan secara aktif mengobati gejalanya sehingga dapat memperbaikinya secara efektif.