Kontraksi uterus umumnya mengacu pada kontraksi otot polos tubuh rahim saat wanita hamil memasuki masa persalinan, sedangkan nyeri paroksismal mengacu pada nyeri paroksismal yang dihasilkan selama proses wanita hamil memasuki masa persalinan hingga persalinan janin dan plasenta. Kontraksi dan paroksisma adalah manifestasi fisiologis normal wanita hamil, tetapi ada perbedaan yang jelas dalam pembentukan penyebab, karakteristik kinerja, dan signifikansi klinis. 1, pembentukan penyebab: pembentukan kontraksi terkait dengan perubahan tingkat hormon dalam tubuh wanita hamil, sedangkan nyeri paroksismal berasal dari kontraksi ritmik uterus selama persalinan dan persalinan, serviks, dasar panggul, dan dilatasi jaringan perineum; 2, kinerja karakteristik: kontraksi dapat teratur atau tidak teratur, sedangkan nyeri paroksismal teratur. Kontraksi bisa teratur atau tidak teratur, sedangkan paroksismenya teratur. Kontraksi tidak teratur, juga dikenal sebagai pseudokontraksi, adalah kontraksi uterus yang terjadi secara kebetulan dan bukan merupakan kontraksi reguler yang terjadi selama persalinan, dan sering disertai dengan kekakuan perut, sesak, sakit perut, atau tidak adanya rasa sakit apa pun, yang sering kali terjadi ketika wanita hamil tetap dalam posisi tidak bergerak untuk jangka waktu yang lama. Paroksismus hanya terjadi selama kontraksi reguler, dan karakteristiknya sama dengan kontraksi reguler, dengan ritme, rahim simetris dan polaritas yang lemah; 3. Signifikansi klinis: peran kontraksi dalam persalinan sangat penting, dan hanya melalui kontraksi yang efektif, janin dapat dibuat untuk turun secara terus menerus di sepanjang jalan lahir untuk menyelesaikan persalinan. Pentingnya kehadiran paroxysms merupakan peringatan bagi wanita hamil untuk memasuki proses persalinan. Perlu dicatat bahwa pemahaman yang benar dari wanita hamil tentang manifestasi proses persalinan dapat memberikan persiapan untuk tahap persalinan selanjutnya, tetapi tidak boleh terlalu gugup dan takut, harus mengatasi rasa takut, mempertahankan keadaan pikiran yang rileks, bahagia dan baik terhadap persalinan, yang kondusif untuk proses persalinan yang normal.