Pengobatan cakaran dan gigitan kucing dan anjing

Seiring dengan meningkatnya kehidupan material masyarakat dan semakin banyaknya keluarga yang memiliki kucing dan anjing peliharaan, maka risiko luka cakaran dan gigitan dari kucing dan anjing juga meningkat, sehingga rabies menjadi perhatian yang meluas. Umumnya anjing yang sakit merupakan sumber utama penularan, diikuti oleh kucing, serigala, kelelawar, babi, sapi, dan kuda. Virus ini biasanya terdapat dalam air liur hewan yang sakit, sehingga penularannya terutama melalui gigitan hewan yang sakit, tetapi kulit selaput lendir dari luka cakaran dan jilatan juga dapat terinfeksi virus rabies. Oleh karena itu, luka cakaran dan gigitan kucing dan anjing harus segera diobati. Luka harus ditangani sebagai berikut: 1. Segera bilas luka secara menyeluruh dengan 20% sabun dan air atau 0,1% benzalkonium bromida selama setidaknya setengah jam untuk menghilangkan darah, kemudian gosok luka dengan 2% yodium atau alkohol 75% setelah dibilas secara menyeluruh. 2. Gunakan imunoglobulin rabies atau serum imun sesegera mungkin dan lakukan vaksinasi untuk melawan penyakit ini (dapat dibeli di pusat pencegahan epidemi). 3. Perhatian harus diberikan pada pencegahan tetanus dan infeksi bakteri. Gunakan antitoksin tetanus jika perlu. 4. Jika lukanya panjang, dalam, atau sangat terkontaminasi, bahkan perlu dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan debridemen.