Apa penyebab miopi pada remaja?

  I. Status prevalensi miopia pada remaja saat ini Seiring dengan kebutuhan kesehatan masyarakat yang terus meningkat, penglihatan yang baik telah menjadi cerminan penting dari peningkatan kualitas hidup mereka. Namun demikian, miopi, bentuk gangguan penglihatan yang paling umum, tersebar luas di seluruh dunia. Miopi adalah masalah utama di Tiongkok, dengan 30-40% siswa sekolah dasar menderita miopi, 60% siswa di sekolah menengah memiliki kacamata rabun, dan hingga 80% mahasiswa memiliki miopi.  Perubahan patologis dasar miopia adalah pertumbuhan sumbu mata yang berlebihan, yang seperti balon yang terlalu menggelembung, dan dapat menyebabkan komplikasi lain seperti katarak, glaukoma, ablasi retina, atrofi koroid, neovaskularisasi koroid, dan perdarahan fundus, yang dapat menyebabkan kebutaan dalam kasus-kasus serius. Miopi pada remaja adalah faktor risiko nomor satu bagi kesehatan remaja, dan telah menjadi “binatang banjir” bagi masyarakat secara keseluruhan, sehingga pencegahan dan pengobatan miopi pada remaja telah menjadi masalah kesehatan yang penting bagi masyarakat secara keseluruhan.  Penyebab utama miopi adalah faktor lingkungan dan genetik.  Dalam kehidupan, kita sering menjumpai orang tua yang rabun dan anak-anak yang memakai kacamata pada usia yang sangat muda, yang menunjukkan bahwa miopi berkaitan erat dengan genetika. Namun demikian, faktor genetik untuk miopi adalah kompleks, dengan kemungkinan pewarisan dominan, resesif dan poligenik. Sayangnya, mekanisme pasti yang menyebabkan miopi masih belum jelas, dan sering kali diperkirakan bahwa semakin dini timbulnya penyakit, semakin besar komponen genetiknya.  Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa miopi dapat disebabkan oleh faktor lingkungan, seperti ruang hidup yang kecil, jarak penglihatan yang dekat, dan peningkatan jam kerja pada jarak mata yang dekat. Ketika masyarakat menjadi lebih beradab, waktu yang dihabiskan untuk pendidikan meningkat, televisi menjadi lebih populer, permainan komputer menjadi lebih populer, waktu tidur berkurang, dan aktivitas jarak jauh di luar ruangan seperti perjalanan dan sepak bola sangat berkurang. Semua faktor lingkungan ini mungkin terkait dengan perkembangan miopi.