Obat apa saja yang dikontraindikasikan untuk wanita selama menstruasi?

  Menstruasi adalah kondisi fisiologis yang unik bagi wanita. Agar dapat melewati periode khusus ini dengan aman, banyak wanita menghabiskan banyak energi dan waktu untuk mempelajari tentang diet, olahraga, dan kontraindikasi menstruasi lainnya, sementara kontraindikasi obat juga harus diperhatikan dengan serius. Selama menstruasi, wanita harus menghindari penggunaan obat hormonal, antikoagulan atau obat hemostatik, pil diet, dan sumbat vagina. Jika ada kebutuhan untuk perawatan, harus dilakukan di bawah pengawasan medis.  1. Obat vagina eksternal Banyak pasien dengan kondisi ginekologi seperti vaginitis memerlukan sumbat vagina, tetapi ini harus dihentikan selama menstruasi. Selama menstruasi, wanita memiliki lubang serviks yang longgar dan pertahanan mereka berkurang secara signifikan. Pada masa ini, penting untuk menghindari obat topikal pada rute vagina dan tidak menggunakan lotion untuk douching vagina untuk menghindari kemungkinan infeksi hulu.  Umumnya, pemberian melalui vagina harus dilakukan antara 3 dan 7 hari setelah menstruasi, jika tidak, hal ini dapat menyebabkan pengobatan yang tidak efektif atau berdampak pada penilaian penyakit. Jika sumbatan vagina diikuti dengan menstruasi, tidak perlu terlalu khawatir, segera hentikan obat vagina.  2. Obat-obatan hormonal, terutama yang diminum secara internal Obat-obatan hormonal banyak digunakan dan memiliki efek terapeutik yang signifikan. Obat-obatan hormonal dapat dibagi menjadi glukokortikoid, adrenokortikosteroid, hormon noradrenal, progestin, estrogen, dan androgen. Obat-obatan hormonal seperti pil KB tidak hanya mengganggu sistem endokrin tubuh, tetapi juga menyebabkan ketidaknormalan pada siklus menstruasi dan waktu serta jumlah darah menstruasi. Efek samping ini dapat terjadi tidak hanya selama menstruasi, tetapi juga selama periode lainnya, sehingga obat hormonal harus dikonsumsi di bawah bimbingan dokter, dan dokter harus diberitahu secara rinci tentang siklus menstruasi.  3. Antikoagulan atau obat hemostatik seperti aspirin Antikoagulan, yang menghalangi proses pembekuan dengan memengaruhi faktor pembekuan tertentu dalam darah, diperlukan seumur hidup oleh banyak pasien penyakit kardiovaskular. Antikoagulan yang umum digunakan termasuk heparin, kumarin, dan agen anti-trombosit (aspirin, pentoxifylline, dll.). Penggunaan antikoagulan atau obat hemostatik selama menstruasi (Enrobium, Vitamin K, dll.) dapat menyebabkan peningkatan aliran menstruasi, dan heparin dan kumarin juga dapat menyebabkan perdarahan.  4, pil diet Pil diet sering kali mengandung penekan nafsu makan, yang jika diminum saat menstruasi, dapat menyebabkan gangguan menstruasi, gangguan endokrin, serangan panik, kecemasan, dan gejala lainnya, yang lama kelamaan akan membahayakan kesehatan.