Tekanan kehidupan perkotaan modern dan pekerjaan telah menyebabkan beberapa wanita yang berpikiran karir menderita migrain menstruasi. Penelitian telah menemukan bahwa migrain lebih mungkin terjadi pada periode antara pubertas dan menopause, dan bahwa wanita lebih dari tiga kali lebih mungkin menderita migrain daripada pria. Liu, 35 tahun, bekerja keras sebagai manajer departemen di sebuah perusahaan. Beberapa bulan yang lalu, ia mengalami sakit kepala, yang hilang dengan sendirinya setelah beristirahat beberapa saat. Kemudian, ia menyadari sebuah pola bahwa sakit kepala hampir selalu datang pada saat menstruasi, sehingga ia pergi ke rumah sakit dan didiagnosis menderita migrain menstruasi. Migrain menstruasi adalah kondisi yang sangat menyiksa dan biasanya terbatas pada satu sisi kepala, meskipun dapat terjadi pada kedua sisi pada saat yang bersamaan. Migrain menstruasi pada wanita biasanya terjadi sebulan sekali, biasanya di sekitar awal menstruasi. Mereka bisa bertahan selama beberapa jam atau beberapa hari. Pada umumnya, migrain menstruasi dimulai dengan sedikit atau tanpa peringatan, dan dimulai sebagai sakit kepala yang berdenyut, biasanya berasal dari mata kiri atau bagian atas mata kanan, atau dapat dimulai dari bagian belakang kepala dan kemudian meluas ke seluruh sisi kepala. Migrain yang lebih parah sering kali didahului oleh aura seperti kebingungan visual, kelemahan, dan ucapan yang tidak jelas. Serangan migrain biasanya disertai dengan mual, muntah, penglihatan kabur, iritasi dan mati rasa pada anggota tubuh, dan dapat berlangsung hingga 10 jam atau lebih. Para ahli menunjukkan bahwa ada banyak penyebab migrain menstruasi, terutama alergi makanan, faktor mental dan psikologis. Stres kehidupan dan pekerjaan dalam masyarakat modern juga merupakan penyebab utama migrain menstruasi bagi sebagian wanita yang berpikiran karir. Ada beberapa makanan yang dapat memicu migrain dalam kehidupan sehari-hari, dan bahkan ada beberapa yang dapat menyebabkan perubahan pada pembuluh darah atau saraf penderita migrain, seperti keju, yoghurt, cokelat, susu murni, susu kambing, dan daging serta buah-buahan, gandum, dan minuman. Jika Anda mengalami gejala migrain, Anda harus mencari bantuan medis sebelum terlambat.