Apa perbedaan antara pilek dan rinitis alergi?

  Musim ini adalah puncak musim pilek dan rinitis alergi. Banyak pasien rinitis alergi yang mengira itu hanya pilek kecil dan tidak memperhatikannya, sehingga menunda waktu terbaik untuk pengobatan. Jadi, apa perbedaan antara rinitis alergi dan pilek, dan bagaimana gejala rinitis alergi dapat diidentifikasi?  Apa perbedaan antara rinitis alergi dan pilek? Pasien dapat membedakan antara rinitis alergi dan pilek berdasarkan 4 gejala khas: i. Hidung gatal: Pasien dengan rinitis alergi akan memiliki hidung dan tenggorokan yang sangat gatal, dan mungkin juga memiliki mata, telinga, tenggorokan, dan banyak tempat lainnya yang gatal; pilek terutama bermanifestasi sebagai hidung tersumbat; ii. Hidung berair: Rinitis alergi yang disertai bersin-bersin juga akan mengeluarkan cairan hidung dalam jumlah besar; pilek umumnya juga akan memiliki hidung berair pada awalnya, tetapi jumlahnya tidak akan banyak; iii. Bersin. Salah satu gejala rinitis alergi adalah bersin terus menerus; pilek juga akan disertai dengan bersin, tetapi tidak berkali-kali; iv. Gejala sistemik: rinitis alergi tidak memiliki gejala sistemik; pilek memiliki gejala sistemik, seperti kelemahan umum dan nyeri otot.  Pasien juga dapat membedakan antara rinitis alergi dan pilek menurut tiga kondisi berikut: i. Urutan gejala: gejala pilek biasanya muncul satu per satu, sering dimulai dengan sakit tenggorokan, diikuti dengan bersin-bersin dan kemudian hidung meler, dan kecil kemungkinannya menyebabkan mata dan tenggorokan gatal. Gejala rinitis alergi yang khas adalah bersama-sama, bersin-bersin, cairan hidung yang jernih, hidung gatal, hidung tersumbat, dll. Gejala-gejala ini dapat diredakan dengan menghindari alergen dan pasien sering kali memiliki riwayat medis untuk diikuti.  Kedua, durasi gejala: untuk gejala rinitis alergi bagaimana mengidentifikasi, jika gejalanya berlangsung lebih lama dari 7-10 hari, mungkin bukan pilek.  Interval antara timbulnya gejala: gejala pilek sering muncul hanya setelah beberapa hari terpapar dan kontak dengan virus; rinitis alergi hampir segera setelah kontak dengan alergen. Misalnya, jika Anda bersin-bersin dan hidung meler setiap kali Anda membersihkan kamar dan debunya naik, Anda mungkin menderita rinitis alergi.  Setelah Anda mengetahui perbedaan antara rinitis alergi dan pilek, Anda harus berhenti mengira rinitis alergi sebagai pilek dan menunda pengobatan. Anda juga tidak boleh memperlakukan rinitis alergi sebagai pilek, yang tidak hanya gagal mencapai kesembuhan, tetapi juga dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius: polip hidung, asma bronkial, otitis media, sinusitis, faringitis alergi, rhinorrhoea, dll. Oleh karena itu, deteksi dan pengobatan dini adalah kuncinya!