Untuk pertama kalinya sekitar minggu ke-5: organ-organ organisme menjadi matang dengan cepat dan semua indera mulai bekerja. Misalnya, ia mulai meneteskan air mata ketika ia menangis atau menunjukkan kesenangannya dengan tersenyum, dan dari waktu ke waktu ia mengamati dan mendengarkan segala sesuatu yang terjadi di sekitarnya, bereaksi secara nyata terhadap bau dan gerakan. Kedua kalinya adalah sekitar minggu ke-8: bayi menemukan bahwa lingkungannya ternyata tidak seragam dan tetap, tetapi terdiri dari benda-benda konkret yang bergerak. Perubahan yang menyilaukan ini membuatnya takut. Namun, sering berbaring di pelukan ibu dan kontak dekat dengannya dapat menghilangkan rasa takut. Ketiga kalinya, sekitar minggu kedua belas: bayi menemukan gerakan dan juga mengenali proses kegiatan tertentu. Sebagai hasilnya, gerakannya yang tadinya kaku, menjadi fleksibel dan ia belajar bahwa ia dapat mengendalikan perilakunya sendiri. Hal ini juga menegaskan “keterampilan” yang dimilikinya, seperti menjerit, cekikikan, belajar kata-kata dengan penuh semangat, dan terus-menerus mencoba “berbicara” dengan ibunya atau orang lain. Keempat kalinya pada minggu ke-19: bayi dapat menggenggam sesuatu, membalik atau membalikkan benda-benda yang berada dalam jangkauannya, dan memperhatikan arah gerakan suatu benda. Pada saat ini ia sedang mempelajari segala sesuatu – menyentuhnya dengan tangan atau hanya memasukkannya ke dalam mulut. Kelima pada minggu ke-26: Bayi secara bertahap memahami hubungan sebab dan akibat di antara berbagai hal, seperti menekan tombol untuk mendengar musik yang indah. Pada saat yang sama, ia telah belajar bahwa: sesuatu dapat ditempatkan di dalam benda lain atau di luar benda ketiga; benda-benda dapat berada di tempat yang dekat atau jauh. Oleh karena itu, permainan yang paling menarik baginya adalah mengeluarkan benda-benda dan memindahkannya ke dalam dan mengacaukan segalanya. Keenam, pada minggu ke-37: Bayi dapat mengkategorikan berbagai hal dengan cara yang abstrak; misalnya, ia memahami bahwa seekor anjing selalu menggonggong “guk guk guk”, dan tidak ada pengecualian untuk anjing besar dan anjing kecil, atau anjing hitam dan putih. Hal ini menunjukkan bahwa ia mulai berpikir secara logis seperti orang dewasa. Ketujuh pada minggu ke-46: Bayi menyadari bahwa ada urutan untuk segala sesuatu, jadi permainan favoritnya adalah ‘do-it-yourself’, yaitu menyelesaikan tugas secara berurutan. Dengan cara inilah ia belajar “melakukan sesuatu” dan memperdalam kesan keteraturan. Namun, ia berpikir bahwa urutan itu sudah pasti. Kedelapan pada minggu ke-55: Bayi akhirnya menemukan bahwa urutan tersebut dapat diubah sesuka hati dengan keputusannya sendiri. Pada titik ini, ia dapat “membuat rencana” sesuai dengan keinginannya sendiri dan mengekspresikan apa yang diinginkannya.