Penampilan bayi sebagian besar terkait dengan faktor genetik dan tidak dapat diperbaiki secara signifikan dengan diet. Namun, ibu hamil dapat memperhatikan gizi seimbang dan pola makan yang wajar selama kehamilan untuk melengkapi nutrisi yang dibutuhkan janin, untuk meletakkan dasar yang baik bagi tumbuh kembang janin, sehingga bayi akan lahir lebih sehat, tetapi juga bayi yang cantik, cerdas, imut, disarankan agar makanan berikut dikonsumsi dalam jumlah sedang setiap hari: 1, kacang-kacangan: seperti kacang kenari, kacang tanah, biji wijen, kacang pinus, kacang hazelnut, dan sebagainya. Kacang kenari kaya akan lesitin otak, lesitin dan DHA, yang dapat menggantikan asupan lipid yang tidak mencukupi pada wanita hamil, dan lipid adalah bahan baku utama untuk perkembangan otak janin, jadi jika wanita hamil makan beberapa kacang kenari dan biji wijen, itu akan membantu otak janin dan perkembangan saraf; 2, buah-buahan: termasuk apel, pisang, pir, anggur, dll, buah-buahan kaya akan vitamin, tetapi yang terbaik adalah menghindari lebih dari 200g asupan per hari; 3, Biji-bijian dan sereal: millet, jagung adalah makanan peningkat otak dan intelektual yang penting. Tingkat penyerapan millet sangat tinggi, dan kaya akan protein, lemak, zat besi, vitamin B1, vitamin B2 dan karoten. Jagung tidak hanya mengandung semua nutrisi dalam millet, tetapi juga kaya akan asam lemak tak jenuh, yang bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan normal otak janin dan aspek lainnya; 4, ikan: ikan kaya akan vitamin A, zat besi, kalsium, fosfor, dll., yang memiliki nilai gizi yang sangat tinggi, dan dapat meningkatkan perkembangan otak, serta meningkatkan kemampuan melawan penyakit; 5, asam folat dan DHA: asam folat dapat dilengkapi dengan asam folat di bawah bimbingan dokter pada tahap awal kehamilan, yang akan dapat mengurangi kejadian kelainan tabung saraf dan meningkatkan perkembangan otak. Asam folat dan DHA: pada awal kehamilan dapat dilengkapi dengan asam folat di bawah bimbingan dokter, yang dapat mengurangi kejadian kelainan tabung saraf dan meningkatkan perkembangan otak, dan setelah tiga bulan, DHA dapat dikonsumsi secara oral di bawah bimbingan dokter untuk meningkatkan perkembangan otak dan mata janin.