Apakah “kebutaan akibat laser” itu nyata atau tidak? –Tidak benar. Laser memainkan peran penting dalam pengobatan berbagai penyakit fundus. Dengan menggunakan reaksi fotokimia dari laser, kami dapat mengobati degenerasi makula dan tumor jinak pada fundus, seperti hemangioma koroid. Laser ini bereaksi dengan fotosensitiser yang disuntikkan ke dalam tubuh, sehingga meminimalkan atau bahkan tidak menimbulkan kerusakan pada jaringan normal, dan energi laser difokuskan pada jaringan yang sakit, untuk menghancurkannya. Tidak ada rasa sakit atau ketidaknyamanan lain yang dirasakan pasien selama perawatan. Dengan menggunakan efek termal laser, kami telah menangani banyak penyakit iskemik pada fundus, seperti retinopati diabetik dan penyumbatan pembuluh darah retina. Ketika pembuluh darah kecil di fundus tersumbat, teknologi medis saat ini belum dapat membuka pembuluh yang tersumbat, sel-sel retina di daerah yang diatur oleh pembuluh darah ini kehilangan kemampuan fotoreseptornya untuk mati karena iskemia, kita hanya dapat mengorbankan bagian retina yang sudah mati ini dan mengenai laser sehingga bekas luka lokal terbentuk dan tidak lagi membutuhkan darah, organisme tidak akan menumbuhkan pembuluh darah baru di daerah ini, setelah pembentukan pembuluh darah baru akan menyebabkan perdarahan hebat, menyebabkan Setelah pembuluh darah baru terbentuk, mereka akan menyebabkan pendarahan besar-besaran, yang mengakibatkan kebutaan, atau bahkan glaukoma neovaskular, yang menyakitkan dan membuat buta. Oleh karena itu, laser merupakan cara yang efektif untuk menghentikan perkembangan penyakit dan mencegah kebutaan. Mengapa beberapa pasien menjadi buta setelah satu kali perawatan laser? –Perawatan laser hanya merupakan pengobatan dan tidak menghentikan penyumbatan pembuluh darah yang baru. Pada retinopati diabetik, misalnya, diperlukan waktu tertentu agar titik laser terbentuk dan bekerja, dan hanya jumlah titik laser yang cukup yang dapat mencapai efek terapeutik. Ketika terjadi penyumbatan arteri karotis dan suplai darah ke mata sangat tidak memadai, perawatan laser fundus tidak cukup untuk memperbaiki kondisi iskemik fundus; pada semua kasus ini, kami tidak dapat mencegah timbulnya kebutaan hanya dengan menggunakan perawatan laser. Oleh karena itu, terapi laser hanyalah salah satu cara pengobatan dan pengobatan penyebab penyakit tidak boleh diabaikan. Kontrol gula darah, tekanan darah, dan lipid yang agresif serta perbaikan kondisi umum tetap penting. Laser telah digunakan secara luas sejak abad ke-20, dan seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kami terus mengembangkan sifat-sifat laser agar lebih baik bagi kita. Kebutaan akibat laser bukanlah kesalahan laser, tetapi bagaimana kita menggunakannya. Penggunaan laser secara ilmiah dan rasional akan memberikan kemungkinan untuk memperbaiki dan mempertahankan penglihatan.