Ketika seorang wanita hamil marah, perubahan suasana hati yang kuat dapat menyebabkan kontraksi rahim yang tidak teratur, yang menyebabkan kejang pada otot polos rahim, yang dapat menyebabkan rasa sakit di perut bagian bawah. Jika seorang wanita hamil mengalami perubahan suasana hati yang kuat seperti kemarahan, kesedihan atau depresi dalam waktu yang lama, hal ini tidak hanya menyebabkan ketidaknyamanan pada dirinya sendiri, tetapi juga dapat mempengaruhi kepribadian janin, menyebabkan anak terlahir tertutup, sensitif, dan penuh curiga. Oleh karena itu, disarankan agar wanita hamil menjaga kondisi pikiran yang tenang dan menghindari perubahan suasana hati yang kuat selama kehamilan. Selain itu, aktivitas jantung wanita yang sering marah dan jengkel selama kehamilan akan terpengaruh, yang akan menyebabkan kapasitas paru-paru tidak stabil dan volume perdarahan pada setiap kontraksi jantung juga cenderung tidak stabil. Janin tidak akan bisa mendapatkan oksigen dan nutrisi dari darah ibu hamil secara teratur, yang dapat mempengaruhi perkembangan mental janin dan bahkan berisiko mengalami keguguran pada kasus-kasus yang serius. Oleh karena itu, dalam kehidupan sehari-hari, ibu hamil dapat melakukan relaksasi dengan meningkatkan kualitas tidur, mendengarkan musik, dan berolahraga secara moderat untuk mengatur pikiran dan menjaga kestabilan emosi. Jika sakit perut yang disebabkan oleh kemarahan atau kemarahan tidak dapat diredakan dengan istirahat, wanita hamil perlu pergi ke rumah sakit tepat waktu untuk mendapatkan perawatan yang diperlukan di bawah bimbingan dokter profesional.