Karakteristik sakit kepala terkait aktivitas jinak

  Konsep: Sakit kepala primer langka yang terjadi selama aktivitas seksual.  Gambaran klinis: Ini bisa terjadi pada semua usia dan pada kedua jenis kelamin.  Sakit kepala bisa bilateral atau unilateral dan dapat terjadi di lokasi mana pun. Ini bisa berlangsung dari beberapa menit hingga beberapa jam. Bisa menusuk, tumpul, kencang, seperti pisau, seperti kilat, seperti guncangan, atau petir. Literatur melaporkan bahwa sekitar 60% sakit kepala berhubungan dengan seks dan 40% dapat dikombinasikan dengan sakit kepala yang tidak berhubungan dengan seks.  Tipe 1: Terjadi sebelum orgasme (selama gairah seksual). Hal ini terkait dengan kontraksi yang kuat dari otot serviks, kranial dan wajah. Sakit kepala kebanyakan terjadi di daerah oksipital. Sebagian pasien memiliki riwayat sakit kepala tegang. Beberapa pasien memiliki riwayat sakit kepala tegang. Beberapa pasien mengalami sakit kepala yang berkurang setelah gangguan seksual atau ejakulasi, dan beberapa pasien mengalami sakit kepala yang sebagian berkurang ketika mereka berada dalam posisi pasif.  Tipe 2: Terjadi selama orgasme. Terkait dengan perubahan hemodinamik. Sakit kepala dapat terjadi di daerah temporal/oksipital. Hal ini sering disertai dengan peningkatan tekanan darah, peningkatan denyut jantung, denyut pembuluh darah di telinga, pembilasan, muntah-muntah, mati rasa, kebingungan, dan kehilangan bidang visual. Sebagian pasien memiliki riwayat migrain.  Diperlukan pembedaan: perdarahan subarakhnoid akibat aneurisma; aortitis primer, dll.  Tipe3: Langka. Dapat dikaitkan dengan tekanan hipokranial yang disebabkan oleh ekstravasasi cairan serebrospinal akibat robeknya dura mater setelah aktivitas berat.