Sebagian besar ahli bedah tulang belakang di rumah sakit melakukan skrining skoliosis berskala besar di sekolah dasar dan menengah setiap tahun. Ada banyak penyebab terjadinya skoliosis, dan menjadi tanggung jawab setiap ahli bedah tulang belakang dan orang tua untuk mendeteksi dan mengobati skoliosis secara tepat waktu. Skoliosis terutama terjadi selama tahap pertumbuhan dan perkembangan tubuh manusia, dengan prevalensi yang tinggi pada siswa sekolah menengah berusia 10-15 tahun, terhitung 70% dan 80% dari kasus. Periode ini adalah puncak pertumbuhan kedua dalam kehidupan seseorang, dan tulang belakang tumbuh lebih cepat, dan skoliosis asli yang sedikit diperburuk selama periode ini juga lebih cepat. Oleh karena itu, tiga tahun di sekolah menengah pertama adalah waktu yang tepat untuk mendeteksi dan mengobati skoliosis, dan orang tua harus memberikan perhatian khusus pada kelompok usia ini. Mengapa penting untuk melakukan skrining skoliosis pada siswa sekolah menengah pertama setiap tahun? Skoliosis umumnya ditemukan pada siswa sekolah menengah yang berusia antara 10 hingga 15 tahun. Pada awal penyakit, penampilan skoliosis tidak terlihat jelas dan sebagian besar siswa hidup mandiri di sekolah, sehingga tidak mudah untuk dideteksi; seiring dengan bertambahnya usia, penampilan asli skoliosis tidak terlihat jelas dan tidak terdeteksi, tetapi dapat terdeteksi saat pemeriksaan fisik di tahun berikutnya. Apa yang harus dilakukan orang tua jika anak mereka dicurigai menderita skoliosis? Orang tua harus berkonsultasi dengan spesialis untuk meningkatkan pemahaman mereka sendiri dan anak mereka tentang skoliosis dan belajar bagaimana mengamati perubahan skoliosis, dan secara aktif mencari perhatian medis ketika perubahan penampilan terdeteksi: tidak perlu terlalu terbebani oleh tekanan psikologis karena deteksi dini dan pengobatan dini: lebih dari 95% kasus skoliosis dapat dikontrol secara efektif tanpa perkembangan lebih lanjut. Apakah skoliosis merupakan penyakit keturunan? Karena skoliosis menurun dalam keluarga, risiko skoliosis terjadi pada anak-anak penderita skoliosis lebih tinggi daripada orang normal, tetapi kemungkinannya umumnya sangat rendah. Namun, kemungkinannya umumnya sangat rendah, karena kesinambungan genetik tidak sesederhana warna rambut atau kulit, sehingga sulit untuk diprediksi secara akurat. Oleh karena itu, orang tua harus terus mengawasi tulang belakang anak-anak mereka dan, jika salah satu dari mereka mengalami skoliosis, anak-anak yang lain harus diperiksa.