Ruam mukokutaneus paling sering terlihat pada sifilis dan terjadi pada dada, perut, panggul dan belakang batang tubuh, tetapi jarang terjadi pada wajah. Bintil-bintil sifilis dapat terjadi pada pasien yang lemah dan kurang gizi, dan sering dikaitkan dengan demam tinggi dan gejala sistemik. Diagnosis: Diagnosis awal biasanya dibuat berdasarkan tanda-tanda fisik pasien, yang meliputi rosacea, makula, papula, pustula, kutil datar dan bercak mukosa di bibir, mukosa mulut, kelenjar dan labia minora bagian dalam, serta alopesia, alopesia, hipokromia, atau bercak hipokromik pada kulit. Jenis kerusakan ini ditandai dengan sifat polimorfik, dengan pengecualian kutil datar, yang tersebar luas dan simetris, lambat berkembang, tanpa rasa gatal yang jelas atau gejala lain yang disadari, dan sangat menular. Diagnosis dapat dikonfirmasi dengan pengujian laboratorium untuk virus sifilis. Pada saat yang sama, ruam mukokutaneus harus didiagnosis secara berbeda dari pityriasis rosea, eritema multiforme, lichen planus, psoriasis, dan kurap. Jika pasien memiliki riwayat hubungan seksual yang tidak bersih, sifilis lebih mungkin terjadi. Spiral sifilis sangat rapat dan teratur, dengan pembiasan yang kuat dan gerakan yang lincah, sehingga mudah dikenali. Spiral sifilis sangat rapat dan teratur, dengan pembiasan yang kuat dan gerakan aktif.