Nomenklatur alat mitral

Ada tiga metode nomenklatur segmental yang biasa digunakan untuk menggambarkan anatomi alat mitral: Nomenklatur Carpentier, nomenklatur anatomi dan nomenklatur Duran. Sistem Carpentier telah diadopsi oleh American Society of Echocardiography (ASE) Nomenclature and Standards Committee dan Society of Cardiovascular Anesthesiologists (SCA) untuk menstandarkan nomenklatur segmen leaflet. Sebaliknya, sistem nomenklatur Duran membantu kita untuk memahami alat mitral karena sistem ini didasarkan pada pembagian tendon antara otot papiler dan segmen leaflet. 1. Nomenklatur ASE-SCA: (Carpentier) menetapkan tiga sektor leaflet posterior sebagai P1 (posterior), P2 (tengah) dan P3 (anterior). sektor P1 (posterior) bersebelahan dengan koalisi anterolateral dan paling dekat dengan daun telinga kiri. sektor P3 bersebelahan dengan koalisi medial posterior. Nomenklatur ini menetapkan tiga daerah yang sesuai dari lobus anterior sebagai A1 (P1 kontralateral), A2 (P2 kontralateral) dan A3 (P3 kontralateral). 2. Nomenklatur anatomi: Lobus posterior terdiri dari tiga permukaan berbentuk kipas: lateral (anterior), tengah dan medial (posterior). Sektor lateral (anterolateral) paling dekat dengan telinga jantung kiri. Untuk memudahkan penjelasan, lobus anterior dibagi menjadi tiga bagian: lateral, medial, dan medial. Otot papilaris anterolateral memperpanjang tali tendon yang menghubungkan selebaran mitral anterior dan bagian luar selebaran mitral posterior. Dengan demikian, permukaan bergigi tengah dari selebaran posterior dan bagian tengah selebaran anterior dihubungkan ke dua otot papiler oleh tali tendon. 3. Nomenklatur Duran: Sistem menamai selebaran posterior P1 (lateral, paling dekat dengan daun telinga kiri), PM (tengah), dan P2 (anterior, bersebelahan dengan penyatuan medial posterior) berdasarkan distribusi tali tendon. Sesuai dengan sektor tengah (PM) yang menghubungkan tali tendon papilaris anterior (M1) ke posterior (M2), sektor tengah dibagi lagi menjadi PM1 dan PM2. Lobus anterior dibagi menjadi dua zona, A1 dan A2, sesuai dengan area di mana otot papilaris anterior dan posterior bergabung dengan tali tendon. Selain itu, dua zona sendi katup ditetapkan sebagai C1 (anterolateral, antara A1 dan P1) dan C2 (medial posterior, antara A2 dan P2).