Erosi serviks ringan sebagian besar bersifat fisiologis dan biasanya dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, jika pasien mengalami erosi serviks yang disebabkan oleh servisitis, maka harus segera diobati, karena servisitis biasanya tidak dapat sembuh dengan sendirinya. Erosi serviks ringan sebagian besar disebabkan oleh pengaruh estrogen, yang menyebabkan epitel kolumnar di saluran serviks bermigrasi ke luar, sehingga mengakibatkan erosi serviks, yang merupakan perubahan fisiologis yang tidak memerlukan pengobatan dan dapat menghilang dengan sendirinya seiring dengan perubahan hormon estrogen pada wanita. Namun, terkadang erosi serviks ringan bersifat patologis dan disebabkan oleh penyakit seperti servisitis, dengan gejala seperti peningkatan keputihan, hiperplasia papiler, dan perdarahan kontak. Dalam hal ini, pasien perlu menjalani pemeriksaan sitologi serviks dan tes HPV. Jika terdapat kelainan pada TCT dan HPV, maka diperlukan penanganan yang tepat waktu untuk menghindari penyakit yang lebih serius seperti endometritis dan radang panggul, yang biasanya tidak dapat sembuh dengan sendirinya. Pasien dengan erosi serviks ringan perlu memperhatikan kebersihan dalam kesehariannya, terutama sebelum dan sesudah berhubungan intim. Namun, penting juga untuk tidak membasuh vagina secara berlebihan, karena hal ini dapat merusaknya dan memudahkan kuman masuk ke dalam tubuh. Dianjurkan bagi wanita untuk mengenakan pakaian dalam yang berbahan katun dan bernapas.