Banyak orang dengan penyakit Parkinson menderita konstipasi, jadi apa penyebab konstipasi pada orang dengan penyakit Parkinson? Apa yang harus kita lakukan ketika kita menghadapi situasi ini? Penyebab utama sembelit pada penyakit Parkinson adalah disfungsi saraf otonom pada saluran pencernaan yang disebabkan oleh penyakit Parkinson itu sendiri, dan lambatnya gerakan peristaltik pada saluran pencernaan; karena keterbelakangan motorik, pasien penyakit Parkinson seringkali kurang aktif dan kurang berolahraga, yang juga merugikan pergerakan usus. Yang kedua adalah konstipasi farmakogenik, karena obat antikolinergik (Antanomics) dan amantadine secara signifikan memperlambat pergerakan usus. Obat-obatan lain seperti stilbene, agonis dopamin dan levodopa dapat memperparah konstipasi, dan beberapa pasien tidak dapat meminum obat karena konstipasi parah yang disebabkan oleh levodopa. Untuk konstipasi farmakogenik, langkah pertama adalah menghentikan atau mengurangi obat yang menyebabkan konstipasi. Untuk konstipasi yang disebabkan oleh penyakit Parkinson itu sendiri, penggunaan obat pencahar dalam jangka waktu lama akan merusak tubuh dan dapat memperburuk konstipasi. Oleh karena itu, langkah pertama untuk mengurangi konstipasi adalah dengan menggunakan perawatan non-farmakologis. I. Ubah kebiasaan gaya hidup yang buruk Kembangkan kebiasaan buang air besar secara teratur setiap hari, sebaiknya antara pukul 5-7 pagi setelah bangun tidur. Buang air besar setiap hari akan menghindari lamanya feses berada di dalam rektum, yang juga mencegah feses mengalami dehidrasi dan mengeras di dalam rektum, sehingga memudahkan buang air besar. Kedua, ubahlah struktur pola makan Anda Makanlah makanan yang mengandung cukup serat dan minumlah air yang cukup setiap hari. Selain membantu mencegah sembelit, serat juga dapat menurunkan kolesterol dan membantu mencegah berbagai penyakit kronis. Makanan yang mengandung banyak serat termasuk sayuran, buah-buahan dan polong-polongan, terutama yang memiliki daun atau tangkai, seperti kubis, bayam dan seledri. Anda harus makan setidaknya 20-25 gram serat sehari, yang setara dengan makan 500 gram sayuran. Minum air putih sama pentingnya dengan makan serat. Serat yang tidak direndam dalam air dapat memperburuk sembelit. Oleh karena itu, Anda harus minum setidaknya 4 hingga 8 gelas air sehari, dan Anda juga dapat menambahkan jus, susu, atau minuman lainnya. Memodifikasi pola makan Anda adalah pengobatan yang lebih disukai untuk sembelit, dengan air dan serat yang bekerja sama untuk menjaga agar usus Anda tetap terbuka. Untuk pasien dengan konstipasi parah, jika tidak ada metode di atas yang efektif, maka Anda harus menggunakan beberapa obat seperti susu gabus, senna, dll. di bawah bimbingan dokter.