Apakah tempat sampah di dapur Anda dipenuhi dengan tumpukan besar sampah setiap hari? Saya khawatir separuhnya adalah bahan makanan yang Anda buang. Kebiasaan Buruk 1: Membuang daun selada dan daun kubis yang sudah tua. Komentar: Hampir setiap bagian dari sayuran memiliki nilai gizi. Sebagai contoh, konsentrasi karotenoid pada daun luar kubis lebih dari sepuluh kali lebih tinggi dari pada daun bagian tengah, dan vitamin C beberapa kali lebih tinggi. Contoh lainnya adalah daun selada memiliki kadar karotenoid, vitamin C, dan lutein yang lebih tinggi daripada batang selada. Penanggulangan: Meskipun Anda merasa tidak enak untuk mencampurnya dan menumisnya, jangan membuang daunnya; sebagai gantinya, pisahkan dan buatlah sepiring sayuran lain, atau gunakan daun hijaunya untuk membuat sup atau isian. Kebiasaan Buruk #2: Membuang kulit terong, lobak, apel, ubi jalar dan tomat. Komentar: Efek terong yang paling terkenal untuk memperkuat pembuluh darah berasal dari kulit terong, sangat disayangkan jika dibuang. Kulit lobak pedas mengandung sejumlah besar zat isothiocyanate, yang merupakan bahan utama dalam efek anti-kanker lobak. Kulit apel, ubi jalar, dan tomat yang kaya akan antioksidan dan serat makanan, juga memiliki efek anti-kanker tertentu. Penanggulangan: Cobalah untuk makan buah dan sayuran secara utuh. Jika Anda merasa rasanya kurang enak, Anda dapat menyesuaikan metode memasaknya. Misalnya, “kulit terong goreng” dan “kulit lobak campur” ala Beijing kuno yang unik. Kebiasaan Buruk 3: Membuang tulang, sumsum, dan tulang rawan yang masih bisa dimakan. Komentar: Tulang hewan adalah harta karun nutrisi. Orang biasanya berpikir bahwa itu dapat menggantikan kalsium, pada kenyataannya, sangat sulit untuk melarutkan kalsium untuk diserap oleh tubuh, sedangkan kondroitin sulfat dan kolagen sangat bermanfaat bagi kecantikan. Tindakan pencegahan: masak tulang lebih banyak, sebaiknya dengan panci presto, lalu bisa mengunyah sebanyak mungkin untuk dikunyah, menelan jus, makan kering yang lembut. Kebiasaan tidak sehat 4: Membuang sisik ikan dan kulit ayam dan bebek. Komentar: Kulit ayam dan bebek kaya akan kolagen yang bermanfaat bagi kulit. Sisik ikan tidak hanya mengandung banyak kolagen, tetapi juga banyak kalsium. Penanggulangan: Gunakan kulit untuk memasak sup, sehingga kolagen dan zat perasa larut, lalu buang minyaknya, minum sup dan makan kulit yang telah dibuang minyaknya. Sisik dapat dikikis, dimasukkan ke dalam panci berisi rebusan ikan dengan api kecil, lalu dimakan bersama sup.