Rinitis alergi dapat diklasifikasikan sebagai musiman atau abadi. Anak-anak rentan terhadap rinitis alergi karena mereka sedang tumbuh dan berkembang, dan sistem kekebalan tubuh mereka masih belum lengkap dan daya tahan mereka relatif rendah. Gejala klinis utama meliputi hidung gatal, bersin-bersin, pilek, hidung tersumbat, refluks hidung dan batuk mendadak di malam hari. Rinitis alergi lebih sering terjadi pada anak-anak semuda usia 5 atau 6 tahun. Orang tua harus memperhatikan pengobatan rinitis alergi. Rinitis alergi yang tidak diobati pada anak-anak pada tahap awal meningkatkan risiko berkembangnya asma di masa depan. Temuan penelitian saat ini menunjukkan konsep “satu jalan napas, satu penyakit”. Rinitis alergi dan asma bronkial keduanya merupakan reaksi alergi tipe I dan sangat mirip dalam hal etiologi, imunologi dan patogenesis. Kebanyakan orang dengan asma memiliki rinitis alergi sebelum serangan asma, dan rinitis alergi juga dapat memperburuk serangan asma. Rinitis alergi dapat mengurangi kejadian asma jika tindakan pencegahan dan terapi yang efektif diambil untuk rinitis alergi pada tahap awal permulaannya. Oleh karena itu, orang tua harus mewaspadai rinitis alergi pada anak-anak dan mencari diagnosis dan pengobatan dini untuk mencegah rinitis alergi pada anak-anak berkembang menjadi asma.