Apakah itu kanker kolorektal jika tinja tidak membeku?

  Banyak orang memiliki tinja lengket yang tidak bisa disiram bersih, dan kadang-kadang masih ada “residu” setelah beberapa kali penyiraman, yang memalukan! Tetapi mengapa demikian? Apakah ini benar-benar merupakan pendahulu kanker usus besar, seperti yang dikabarkan di internet?  Padahal, pola feses hanyalah indikator dari isi makanan tubuh. Oleh karena itu, desas-desus bahwa “tinja lengket adalah pendahulu kanker kolorektal” tidak sepenuhnya benar. Tidak ada penelitian definitif yang menunjukkan bahwa orang dengan tinja lengket lebih mungkin terkena kanker kolorektal daripada orang kebanyakan.  Mengapa tinja menjadi tidak berbentuk?  Komponen utama tinja adalah serat makanan, yang tidak dapat dicerna dan diserap oleh tubuh. Jika Anda mengonsumsi lebih banyak buah dan sayuran, biji-bijian, dan makanan berserat tinggi lainnya dalam diet Anda, tinja Anda akan lebih mungkin terbentuk.  Dengan kata lain, jika Anda makan terlalu banyak makanan yang tinggi lemak, protein dan pati olahan (kue-kue, roti putih, tepung jagung), feses Anda tidak akan mudah terbentuk dan akan memiliki tekstur yang kering dan lengket.  Saluran usus mengeluarkan lendir, yang seharusnya membantu melumasi usus, tetapi karena kurangnya serat yang memadai dalam makanan atau disfungsi usus, tinja tidak terbentuk dengan mudah, sehingga menghasilkan konsistensi yang lengket.  Tidak ada hubungan sebab-akibat antara kanker kolorektal dan tinja lengket. Tinja lengket terutama terkait dengan diet dan fungsi usus.  Memang benar bahwa pasien dengan kanker usus dapat memiliki gejala tinja yang tidak berbentuk dan lendir dalam tinja mereka, tetapi gejala-gejala ini digabungkan dan tidak ada hubungan sebab akibat. Ini seperti anak kucing dan anak anjing yang tumbuh pada saat yang sama, sepertinya anak kucing tumbuh pada saat yang sama dengan anak anjing, tetapi tidak ada hubungan sebab akibat di antara keduanya.  Jika disertai dengan tinja berwarna gelap atau berdarah dan peningkatan frekuensi tinja, maka Anda perlu waspada untuk memeriksa apakah kanker kolorektal yang menyebabkan masalah tersebut. Selain itu, kolonoskopi harus dilakukan untuk mengesampingkan penyakit organik jika terdapat lekukan tetap pada tinja.  Bagaimana cara memperbaiki tinja yang lengket?  1.Memperbaiki struktur makanan: Makan lebih banyak sayuran, buah-buahan, biji-bijian dan sereal serta makanan kaya serat lainnya, dan kurangi proporsi makanan berminyak dan berprotein tinggi dalam makanan.  2, memperbaiki flora usus: minum yoghurt atau suplemen sediaan probiotik.  3.Hindari menetap: berpartisipasi dalam lebih banyak aktivitas fisik untuk membantu meningkatkan fungsi saluran pencernaan.  4.Mempertahankan suasana hati yang baik: emosi memiliki dampak besar pada fungsi saluran pencernaan, jadi menjaga suasana hati yang baik juga merupakan poin penting.