Apa diagnosis hipertermia?

Hipertermia didefinisikan sebagai suhu tubuh lebih dari 39,1°C. Diagnosis hipertermia memerlukan hal-hal berikut ini.

Lakukan anamnesis medis secara terperinci, termasuk pemicu demam, musim, jenis demam, cara naik dan turunnya suhu tubuh, dan gejala yang menyertainya.
Lakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh, termasuk: status gizi secara umum, adanya pembesaran kelenjar getah bening, kondisi kepala dan leher, kondisi jantung, pemeriksaan paru-paru, pemeriksaan perut, dan pemeriksaan anggota gerak dan sistem saraf.
Ada banyak penyebab demam dan tes yang ditargetkan harus dilakukan tergantung pada penyebabnya, termasuk tes darah, urin dan feses rutin; tes apusan darah, fluoroskopi dada atau rontgen dada.