Jangan abaikan kerusakan gigi susu dan cara mencegahnya

Dengan meningkatnya taraf hidup masyarakat, struktur pola makan telah berubah, terutama peningkatan konsumsi gula, membuat risiko anak menderita karies semakin tinggi. Saat ini, tingkat karies gigi susu anak-anak dalam negeri sangat tinggi, perawatan kesehatan mulut anak-anak dari segala macam kesalahpahaman dan penghinaan yang disebabkan oleh tingkat karies anak-anak kita setinggi 80% hingga 90%, rata-rata hampir 5 gigi yang buruk per anak, secara serius mempengaruhi kesehatan fisik dan mental anak-anak dan remaja. Banyak orang tua yang berpikir: gigi susu cepat atau lambat akan tanggal, perawatan tidak masalah, selama tidak sakit. Padahal, pandangan ini sangat menakutkan, kerugiannya tidak sedikit. Karies gigi tidak hanya membuat anak merasakan sakit gigi dan mempengaruhi nafsu makan, mengunyah, pencernaan, penyerapan dan tumbuh kembang, terkadang menyebabkan pulpitis, abses gigi, bahkan menyebabkan penyakit sistemik, sehingga mempengaruhi kesehatan anak. Jika gigi susu tanggal lebih awal karena karies, tidak hanya akan mempengaruhi erupsi gigi permanen, tetapi juga menyebabkan gangguan pada susunan gigi permanen, sehingga menyebabkan kelainan bentuk gigi dan rahang. Oleh karena itu, karies harus ditangani sejak dini. Perawatan karies dini itu sederhana, tidak menimbulkan rasa sakit, tidak mahal dan efektif. Penyebab karies sangat beragam, dan pencegahannya juga harus dimulai dari berbagai aspek: Pertama, kebiasaan kebersihan mulut yang baik. Lakukan penyikatan gigi pagi dan malam, bilas setelah makan, terutama sebelum tidur untuk menyikat gigi lebih penting. Kebiasaan kebersihan mulut yang baik kondusif untuk menghilangkan plak. Plak adalah kunci dari karies, dan menyikat gigi yang efektif adalah cara yang paling efektif untuk menghilangkan plak. Banyak orang tua yang tidak pernah menyikat gigi anak di bawah usia dua tahun, dan ini sangat buruk. Untuk bayi, ibu harus berada di setiap menyusui, jari telunjuk dengan kain kasa bersih yang dibungkus, dicelupkan ke dalam air hangat untuk menggosok gigi anak untuk melindungi gigi susu yang baru tumbuh, anak kecil pertama-tama dapat menjadi orang tua untuk membantu menyikat gigi, dan kemudian secara bertahap memahami cara menyikat gigi yang benar. Kedua, kebiasaan makan yang baik. Gula dalam makanan menyediakan sumber energi dan bahan baku penghasil asam bagi bakteri di dalam mulut. Meminimalkan asupan gula dan memilih cara makan yang masuk akal adalah kunci untuk mengendalikan karies. Khususnya, tidak ada yoghurt dan makanan manis yang boleh diberikan kepada anak-anak satu jam sebelum tidur. Kurangi makanan manis yang lengket seperti gula susu dan kue. Ketiga, lakukan pemeriksaan kesehatan mulut secara teratur. Hal ini dapat membantu deteksi dini dan perawatan dini karies. Para ahli menyarankan agar setiap enam bulan hingga satu tahun ke rumah sakit untuk pemeriksaan kesehatan mulut, deteksi dini karies, perawatan tepat waktu. Karena karies gigi susu anak-anak berkembang dengan cepat, orang tua harus sering memeriksa gigi anak-anak mereka, menemukan masalah dan mencari perawatan medis tepat waktu. Keempat, menerima tindakan pencegahan karies profesional. Tindakan anti-karies meliputi penambalan celah gigi dan anti-karies fluoride. Baik itu mengoleskan fluoride pada permukaan gigi atau mengontrol kandungan fluoride dalam air minum, keduanya memiliki efek anti-karies yang signifikan. Penutupan celah pada gigi molar dapat dilakukan pada usia tiga sampai empat minggu. Fissure sealant dioleskan pada permukaan gigi anak untuk menutup celah dan lubang yang rentan terhadap karies, yang secara efektif dapat mencegah terjadinya karies gigi.