Bagaimana cara mencegah karies pada bayi dan anak-anak?

Insiden karies pada bayi dan anak kecil relatif tinggi, dan onset serta perkembangan kariesnya relatif cepat. Pada kasus yang parah, sebagian besar gigi rusak, yang mempengaruhi fungsi pengunyahan bayi dan anak kecil, dan dalam jangka panjang, perkembangannya tidak kondusif bagi estetika anak-anak, dan memiliki efek buruk pada perkembangan psikologis normal anak-anak dan komunikasi interpersonal mereka. Temuan klinis, kejadian karies pada bayi telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Para orang tua bingung bagaimana cara mencegah karies pada bayi dan anak-anak. Kami menyarankan para orang tua untuk melakukan hal-hal berikut ini, yang penting untuk pencegahan karies pada bayi yang benar. (1) Mengubah praktik pemberian makan yang buruk: tidur dengan botol di mulut, pemberian minuman tinggi gula, pemberian susu botol setelah usia 1 tahun, pemberian ASI yang tidak dibatasi, ngemil 3-4 kali sehari, dan sebagainya, semuanya dianggap sebagai praktik pemberian makan yang buruk. Menghentikan kebiasaan minum susu botol secara langsung akan membuat anak tidak nyaman, namun secara bertahap dapat dilakukan dengan menambahkan air untuk mengencerkan botol susu untuk mengurangi jumlah sukrosa dalam botol susu, dan biasanya dapat dilakukan dalam beberapa minggu. (2) Menumbuhkan kebiasaan kebersihan mulut yang baik, pemeriksaan mulut secara teratur: sebelum tumbuhnya gigi susu, sebaiknya kita mulai menggunakan bola kapas atau kain kasa yang dicelupkan ke dalam air untuk membersihkan mulut bayi dan anak kecil; setelah dimulainya tumbuhnya gigi susu, secara bertahap kita harus membiasakan bayi dan anak kecil untuk beradaptasi dengan sikat gigi untuk membersihkan rongga mulut dari sensasi dan ketertarikannya; setelah usia 3 tahun gigi susu sudah tumbuh sempurna, saat ini kita perlu melatih anak menggunakan sikat gigi untuk menyikat gigi sendiri. Pada saat yang sama, 3 ~ 6 bulan untuk menerima pemeriksaan mulut profesional juga sangat diperlukan. (3) Penyesuaian struktur diet: Mengurangi kandungan gula yang berlebihan dalam makanan dan mengurangi frekuensi jajan anak dapat mengurangi kejadian karies pada bayi dan anak kecil. Makanan berserat tinggi, yang dapat melatih fungsi mengunyah, meningkatkan sekresi air liur dan memperkuat efek pembersihan diri dari mulut. (4) Menghalangi penyebaran bakteri penyebab karies dengan meningkatkan kebersihan mulut orang tua dan pengasuh. (5) Penggunaan fluor: termasuk penggunaan pasta gigi berfluoride, menggosokkan gel fluoride dan pernis pelindung fluoride pada permukaan gigi, serta berkumur dengan larutan fluoride, dll., tetapi harus dilakukan di bawah bimbingan dokter. (6) Penutupan fossa: penggunaan penutup fossa dapat secara signifikan mengurangi terjadinya karies simfisis molar.