Dengan perkembangan masyarakat, standar hidup masyarakat secara bertahap membaik, yang tercermin dalam kondisi makanan mereka, misalnya. Selain itu, ilmu kedokteran juga berkembang dan banyak penyakit yang mulai dikenal, seperti diabetes. Diabetes bukanlah hal baru bagi kebanyakan orang dan menjadi semakin umum pada usia yang lebih muda. Bahkan, dengan pencegahan dan skrining aktif, diabetes dapat dideteksi dan diobati secara dini dan terkontrol. Jadi, apa saja tes untuk diabetes? Diabetes bukanlah penyakit yang pasti, tetapi sekelompok sindrom metabolik klinis yang, seiring perkembangan penyakit, secara bertahap dapat menumpuk di semua organ tubuh, yang menyebabkan disfungsi di semua area tubuh dan secara serius mempengaruhi kualitas hidup pasien. Empat tes penting untuk diabetes: glukosa darah, fungsi sel beta, hemoglobin glikosilasi dan glukosa urin. Glukosa darah yang meningkat merupakan dasar penting untuk diagnosis diabetes dan terutama mencakup glukosa darah puasa dan glukosa darah postprandial 2 jam. Jika glukosa darah puasa ≥7,0 mmol/l (126 mg/dl) dan/atau glukosa darah 2 jam postprandial ≥11,1 mmol/l (200 mg/dl), maka ini adalah diagnosis diabetes mellitus. Selain glukosa darah, penting juga untuk mengukur kadar insulin dan C-peptida dengan fungsi sel beta setiap saat karena pada anak-anak dengan diabetes tipe 1, puncak glukosa darah secara signifikan lebih tinggi selama pembebanan glukosa dan tidak kembali ke tingkat dasar pada 2 jam, sementara respons insulin dan C-peptida rendah, sehingga membantu dokter untuk mendiagnosis pasien sebagai penderita diabetes. Tes glikosilasi hemoglobin dan glukosa urin juga dapat berguna untuk memastikan diagnosis dan harus ditanggapi secara serius. Hal pertama yang harus dilakukan bagi pasien yang didiagnosis menderita diabetes adalah memberikan edukasi dini, karena sebagian besar pasien tidak menyadari berbagai tindakan pencegahan yang perlu dilakukan untuk mengelola penyakit ini dan mempertahankan pola makan dan gaya hidup yang baik. Oleh karena itu, edukasi dini merupakan langkah terpenting dalam diagnosis dan pengobatan diabetes tipe 1.