Manifestasi klinis depresi terdiri dari tiga area utama: gejala inti, gejala psikologis, dan gejala somatik. Gejala psikotik adalah salah satu gejala psikologis, yang sering dimanifestasikan sebagai halusinasi, delusi, atau kekakuan depresi. Untuk pasien depresi, jika gejala psikotik muncul, itu berarti tingkat depresi lebih serius dan harus ditangani secara aktif oleh dokter pada waktunya.1. Halusinasi: Pasien mungkin mengalami halusinasi kata-kata dan ucapan yang tidak terlihat di otak, dan halusinasi verbal adalah yang paling umum. Isi halusinasi biasanya berhubungan dengan pasien dan sering kali tidak disukai pasien, seperti mengomentari kata-kata dan tindakan pasien, mendiskusikan karakter pasien, memerintahkan pasien untuk melakukan sesuatu yang berbahaya, dll. 2. Waham: Waham ini terutama merupakan waham negatif, seperti merasa bahwa Anda bersalah atas kejahatan besar dan harus dihukum berat, bahwa Anda tidak dapat melakukan apa pun dengan benar dan tidak berharga, bahwa Anda menderita kanker yang tidak dapat disembuhkan, dan bahwa Anda akan menghadapi malapetaka yang tidak terbayangkan. 3. Kekakuan depresi: Seringkali disebabkan oleh depresi berat yang akut, pasien mungkin merasa Tungkai terasa besar dan lemah untuk diangkat, tetapi tonus otot dinyatakan normal. Pasien sering kali tidak memiliki kemampuan untuk meminta dan mengambil tindakan, dan mengalami kesulitan merespons rangsangan dari luar. 4. Gejala lain: Selain gejala kejiwaan, pasien depresi sering kali memiliki beberapa gejala fisik, seperti disfungsi seksual, gangguan tidur, disfungsi otonom, dan gangguan makan. Gejala-gejala di atas berkaitan erat satu sama lain dan dapat terjadi secara bersamaan atau hanya pada beberapa kasus pada pasien yang berbeda. Oleh karena itu, setelah diagnosis depresi psikotik ditegakkan, pengobatan harus dikombinasikan dengan obat antidepresan dan antipsikotik untuk mengobati depresi psikotik secara efektif.