(Penafian: Artikel ini hanya untuk penggunaan umum, informasi dalam konten berikut ini telah diproses untuk melindungi privasi pasien)
Abstrak: Anak tersebut ditemukan memiliki karies gigi saat pemeriksaan fisik di taman kanak-kanak dan datang ke klinik rawat jalan atas saran praktisi kesehatan. Setelah dilakukan pemeriksaan secara seksama, anak tersebut didiagnosis menderita karies gigi. Setelah perawatan dengan ikatan resin komposit, rongga gigi dihilangkan dan bentuk serta fungsi gigi dikembalikan seperti semula.
Informasi Dasar】Laki-laki, 3 tahun
Jenis penyakit】Karies gigi
Rumah Sakit】Rumah Sakit Pertama Universitas Kedokteran Harbin
Tanggal Konsultasi】 Mei 2021
Rencana Perawatan】 Perawatan bedah (teknik restorasi dengan resin komposit)
Periode Perawatan】 3 bulan setelah perawatan rawat jalan
【Hasil Perawatan】 Gigi berlubang hilang, sakit gigi tidak kambuh lagi, bentuk dan fungsi gigi kembali normal
I. Konsultasi Awal
Anak tersebut ditemukan memiliki karies gigi saat pemeriksaan fisik di taman kanak-kanak, dan keluarganya membawanya ke klinik rawat jalan atas saran dari dokter kesehatan. Keluarga menyangkal bahwa gigi anak tersebut terasa sakit secara spontan. Setelah dilakukan pemeriksaan dengan teliti, ditemukan bahwa permukaan oklusal dari banyak gigi anak tersebut berubah warna dan menghitam, dan jaringan keras gigi hancur, dan beberapa di antaranya telah membentuk lubang, dan materi lunak yang membusuk dapat dideteksi di dalam lubang tersebut dengan menggunakan alat pemindai.
II. Riwayat pengobatan
Solusi perawatan karies mencakup dua jenis teknologi restorasi ikatan resin komposit dan teknologi restorasi ionomer kaca. Bahan resin komposit memiliki kekuatan tinggi, ketahanan aus yang baik, dan penampilan estetika, yang banyak digunakan di klinik saat ini, tetapi harganya relatif tinggi. Bahan ionomer kaca relatif lebih murah, tetapi memiliki kekurangan yaitu lebih mudah lepas dibandingkan bahan resin komposit dan perbedaan warna dengan gigi, setelah berkomunikasi dengan keluarga, kami memilih restorasi resin komposit. Rongga dibilas dan permukaannya dietsa dengan asam, bahan pengikat diaplikasikan, bahan resin komposit diisi ke dalam rongga dan diawetkan dengan cahaya, akhirnya bentuk bahan pengisi dipangkas, gigitan disesuaikan dan permukaannya dipoles. Karena usia anak yang masih kecil, langkah-langkah pengobatan dijelaskan dengan sabar dan meyakinkan saat anak dirawat. Setelah itu, kami menjelaskan kepada para orang tua bahwa penyebab utama dari kerusakan gigi adalah karena kurang hati-hati dalam menyikat gigi dan mereka harus menyikat gigi secara teratur setelah pulang ke rumah.
Efek pengobatan
Perawatan selesai pada hari yang sama saat konsultasi. Setelah perawatan, perubahan warna gelap dan gigi berlubang pada gigi anak tersebut telah dihilangkan dan bentuk serta fungsi giginya kembali normal. Setelah 3 bulan, anak tersebut datang ke klinik tindak lanjut di bawah bimbingan orang tuanya dan diberitahu bahwa selama masa tindak lanjut 3 bulan, orang tua bersikeras untuk menyikat gigi anak tersebut setiap pagi dan sore hari, memastikan bahwa waktu menyikat gigi mencapai 3 menit dan anak tersebut tidak mengalami sakit gigi lagi. Gigi anak tersebut terlihat putih dan utuh, dan bahan tambalannya tidak rontok, yang menunjukkan bahwa perawatan telah mencapai hasil yang memuaskan.
IV. Catatan
Merupakan kabar baik bahwa kerusakan gigi anak telah membaik setelah perawatan. Namun, karena karies gigi tidak dapat disembuhkan, gigi pada usia berapa pun dapat terkena dampaknya. Untuk mencegah anak bermasalah dengan karies gigi di masa depan, orang tua disarankan untuk melakukan pekerjaan yang baik dalam membersihkan mulutnya, menyikat gigi setiap pagi dan sore, menggunakan pasta gigi berfluoride yang dapat ditelan, dan menyikat gigi selama 3-5 menit dengan setidaknya 10 kali sapuan pada setiap permukaan gigi, sehingga dapat membersihkan gigi dan menghilangkan plak dengan lebih baik. Dalam kasus anak-anak dengan kondisi ini, disarankan agar mereka menyikat gigi secara mandiri pada usia sekitar 5 tahun. Di masa mendatang, jika Anda melihat adanya perubahan warna pada gigi atau hilangnya bahan tambalan, Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter.
V. Wawasan pribadi
Untuk anak-anak, menyikat gigi adalah bagian yang sering diabaikan dalam proses perlindungan gigi. Dalam kasus ini, orang tua dari anak tersebut mengetahui bahwa mengonsumsi gula tidak baik untuk kesehatan gigi, tetapi tidak menyadari pentingnya menyikat gigi untuk perlindungan gigi. Sebagai seorang dokter gigi, kita tidak hanya harus mengobati penyakitnya, tetapi juga harus memikirkan pasien dari sudut pandang pencegahan dan perawatan kesehatan, dan melakukan lebih banyak ilmu kedokteran secara umum.