Apa yang bisa dilihat dengan x-ray

Sinar-X pada umumnya digunakan dalam diagnostik klinis, memungkinkan pencitraan struktur jaringan manusia dengan cara yang ekonomis dan sederhana, dengan berbagai aplikasi dan pengamatan. Berdasarkan ketebalan, kepadatan dan kepekaan terhadap sinar-X dari berbagai jaringan dan organ tubuh manusia, kamera sinar-X biasanya dapat digunakan untuk memvisualisasikan jaringan tulang, otot, organ parenkim, serta lemak, gas dan jaringan lainnya: 1. jaringan kepadatan tinggi: jaringan tulang dan titik-titik kalsifikasi pada jaringan tulang, kepadatan tinggi, bayangan putih jernih yang terlihat, dapat digunakan untuk mengamati apakah segmen tulang yang sedang diperiksa mengalami patah atau patah tulang, dislokasi dan lesi lainnya; 2. Jaringan kepadatan tinggi: jaringan tulang dan titik-titik kalsifikasi pada jaringan tulang, kepadatan tinggi, bayangan putih jernih yang terlihat, dapat digunakan untuk mengamati apakah segmen tulang yang diperiksa retak atau patah tulang, dislokasi dan lesi lainnya; 2. 2, jaringan dengan kepadatan sedang: otot, saraf, organ parenkim, tulang rawan dan cairan tubuh serta jaringan lainnya kurang padat dibandingkan jaringan tulang dan tampak sebagai bayangan abu-abu putih. Kamera sinar-X dapat digunakan untuk mengamati apakah morfologi organ yang sedang diperiksa normal, apakah terjadi penyakit atau lesi lain yang menempati; 3, jaringan dengan kepadatan rendah: jaringan lemak dan jaringan yang mengandung gas kurang padat dan muncul sebagai bayangan hitam kelabu dan hitam gelap pada film sinar-X, yang secara umum dapat mengklarifikasi apakah lokasi pemeriksaan normal atau tidak, atau untuk membuat pengamatan dinamis atau penilaian lokasi lesi. Sinar-X digunakan untuk menembus kepadatan dan ketebalan jaringan yang berbeda dan ditampilkan pada layar dalam nuansa terang dan gelap yang berbeda. CT tomografi direkomendasikan untuk lesi yang lebih halus.