Apa itu Pelapisan Ulang Kornea Subepitelial Laser Excimer? Bedah kornea laser Excimer telah diperkenalkan ke Tiongkok sejak tahun 1995 dan menjadi semakin populer di kalangan pasien rabun karena keamanan dan stabilitasnya. Prosedur yang paling banyak dilakukan adalah Excimer Laser In Situ Keratomileusis (LASIK), yang juga dikenal sebagai IK, yang melibatkan pemotongan flap dengan ketebalan 130-160 mikron dengan ujung pada lapisan superfisial kornea menggunakan keratome lamellar. Ini tidak cocok untuk pasien dengan kornea tipis dan miopi tinggi. Pada tahun 2001, prosedur asing lainnya diperkenalkan ke Tiongkok, yaitu Excimer Laser Subepithelial Keratomileusis (LASEK). Prosedur ini melibatkan pelonggaran epitel kornea secara kimiawi, mengupas flap epitel kornea berujung yang tebalnya hanya sekitar 60 mikron dengan spatula kornea, kemudian memotong stroma kornea di daerah tengah dengan laser excimer di bawah flap, dan akhirnya mengembalikan flap epitel ke posisi semula. Karena flap lebih tipis, stroma kornea yang lebih tebal dipertahankan, sehingga cocok untuk pasien dengan kornea tipis dan dioptri tinggi, dan untuk pasien dengan mata kecil, kornea yang terlalu datar atau curam untuk LASIK. LASIK juga lebih aman daripada LASIK untuk pasien dengan neovaskularisasi kornea dan pemakaian lensa kontak kornea jangka panjang, serta memiliki kualitas visual pasca operasi yang lebih baik dan insiden mata kering yang lebih rendah. Namun demikian, prosedur ini juga memiliki kelemahan utama, yaitu rentan terhadap komplikasi pasca operasi seperti “haze”, yang merupakan penyebab utama rebound pasca operasi dan kehilangan penglihatan, terutama pada pasien yang sangat rabun. Banyak rumah sakit tidak melakukannya, sehingga menolak banyak pasien rabun dengan kornea tipis. Apa itu Pelapisan Ulang Kornea Subepitelial Laser Excimer yang Dimodifikasi? Modified Excimer Laser Subepithelial Corneal Resurfacing adalah prosedur bedah yang dimodifikasi untuk mengatasi komplikasi “haze”, agen imunosupresif yang digunakan dengan cara khusus di zona pemotongan laser kornea. Komplikasi ini dapat dihindari setelah pembedahan, tanpa rebound atau kehilangan penglihatan.