Hiperpigmentasi parah pada wajah dapat dilihat pada kelainan berpigmen seperti heterochromia, melasma, bintik-bintik dan nevus Ota. Pigmentasi kulit farmakogenik juga harus dipertimbangkan, seperti mengonsumsi obat antibakteri tertentu, obat antimalaria, obat antipsikotik, obat peredaran darah, imunosupresan, hormon, dll. Selain itu, begadang, makan makanan pedas dan berminyak, paparan sinar matahari yang berkepanjangan, tato, paparan logam berat dan polusi juga dapat menyebabkan hiperpigmentasi.