1. Ada banyak metode untuk diagnosis dini penyakit arteri koroner. Pencitraan perfusi miokard nuklir latihan memiliki akurasi terbaik, diikuti dengan pengujian pelat latihan, dan elektrokardiografi umum kurang akurat. Pemeriksaan CT multi-baris digunakan untuk mengevaluasi plak dan stenosis arteri koroner, dan sangat akurat untuk pengecualian negatif. Jika dikombinasikan dengan tes olahraga dan pencitraan perfusi miokard, pemeriksaan ini dapat meningkatkan akurasi diagnostik penyakit arteri koroner dan menghindari angiografi koroner yang tidak perlu. 2. Dapatkah CT multi-baris (64 baris atau lebih) menggantikan angiografi koroner? Oleh karena itu, jika Anda memiliki gejala angina yang khas, tetapi tingkat stenosis yang ditunjukkan oleh CT koroner relatif ringan, disarankan untuk meninjau angiografi koroner. Angiografi koroner adalah “standar emas” untuk diagnosis penyakit arteri koroner. Tidak, dokter akan memutuskan apakah stent diperlukan berdasarkan hasil angiogram koroner. Jika tingkat stenosis koroner tidak melebihi 70%, stent tidak diperlukan untuk saat ini. 4, Apakah pemasangan stent berarti semuanya baik-baik saja? Tidak, pemasangan stent hanya membuka penyumbatan pada arteri koroner yang mengalami stenosis paling parah, dan hanya membangun kembali sebagian aliran darah. Selain itu, untuk pembuluh darah tanpa pemasangan stent, seperti lesi kritis dan stenosis ringan, diperlukan statin oral dan obat lain untuk mencegah perkembangan. 5 . Bagaimana cara mempertahankan pembuluh yang tidak tersumbat setelah operasi? Terapi antiplatelet ganda pasca operasi selama setidaknya 1 tahun sangat penting, yaitu aspirin plus clopidogrel (atau tigretol) dalam kombinasi ganda. Kedua, obat penurun lipid statin juga sangat penting.